Meriahnya Perayaan HUT RI ke-77 ala Kampung Terobosan
Kampung Torobosan memiliki Eco Wisata Cimenteng dan Pasar Wisata LegokAwi
Pratama Media News, Kota Cimahi – Provinsi Jawa Barat, Kamis (18/08/2022) – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-77, warga Kampung Terobosan, RW 12, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, mengadakan berbagai acara yang dimulai pada pukul 07.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung pada 17 Agustus 2022 kemarin di Eco Wisata Cimenteng (EWIC).
Acara peringatan HUT RI ke-77 ala Kampung Terobosan RW 12 tersebut diprakarsai oleh Karang Taruna RW 12 dan difasilitasi oleh tokoh masyarakat setempat, di antaranya Sumarno (pengusaha), Uden (tokoh seni), Dede Syarif HD (dosen dan budayawan), dan Emas (pemilik Sanggar Mutiara). Juga didukung oleh siswa-siswi SD dan SMPN 11 yang berada di wilayah RW12, Ketua RW 12, para Ketua RT, ibu-ibu kader, dan segenap warga Kampung Torobosan.
Proses acara memeriahkan HUT RI di Kampung Terobosan tersebut dibuka dengan tarian berupa konfigurasi Tari “Merah Putih” pimpinan Bunda Rita dengan penata tari Oshin Sinthia. Kemudian dilanjutkan dengan upacara peringatan HUT RI ke-77.



Pada kesempatan tersebut tokoh masyarakat setempat, Sumarno, menyampaikan kata sambutannya. Ia mengajak warga Kampung Terobosan untuk segera bangkit secara perlahan setelah sebelumnya tidak bisa bergerak karena terkena wabah pandemi Covid-19.

“Semoga peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 di wilayah Kampung Torobosan, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara ini menjadikan kita bangsa semakin kuat, kompak, dan bersama-sama bangkit dari keterpurukan setelah selama dua tahun terjangkit virus Covid-19,” pungkas Sumarno.
Hal senada juga disampaikan oleh Dede Syarif HD, salah seorang tokoh seni dan budaya Kampung Torobosan. Menurutnya, kreativitas masyarakat dan ciri khas seni budaya Kampung Torobosan harus dikemas dalam bentuk Festival Kampung Torobosan.
“Hal tersebut nantinya bisa menjadi calender event untuk Kampung Torobosan yang sudah memiliki Eco Wisata Cimenteng (EWIC) dan Pasar Wisata LegokAwi yang berada di kampung kita ini,” ujar Dede dengan nada optimis.
Selain itu, Dede juga menambahkan, salah satu yang mampu melawan arus globalisasi adalah kearifan budaya lokal atau tradisi kampung yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, Kampung Torobosan telah membuktikan bahwa seni dan budaya tradisi banyak diminati masyarakat.
“Konsistensi untuk berkreativitas mengembangkan seni tradisi adalah jawaban dari banyaknya pengaruh budaya asing yang bisa merusak keutuhan budaya Indonesia,” pungkas Dede.
Selesai upacara, kemudian diadakan helaran/karnaval berupa arak-arakan “Hajat Bumi” berupa jampana yang berisi 100 kg nasi tumpeng, hasil bumi berupa sayuran, dan buah-buahan, serta kuliner khas Kampung Torobosan lainnya.


Selain itu, untuk mengiringi jampana disajikan juga seni calung, bangkong reang, angklung, fashion show dari bahan bambu dan dedaunan yang diiringi oleh Lengser Abah-Ambu, ibu/bapak yang berpakaian anak dan bayi, pramuka, kebaya, dan berbagai kamonesan lainnya yang menjadi ciri khas Kampung Torobosan.


Karnaval/Helaran juga didukung oleh para mahasiswa dari kampus ISBI Bandung, STIEPAR YAPARI Bandung, dan IKIP Siliwangi Cimahi yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kampung Torobosan.
Selain acara karnaval, acara puncak dilanjutkan dengan panggung lomba dan seni yang bertempat di wilayah kavling RW 12 sampai malam hari dengan aneka kesenian. (Desya).
***
Judul: Meriahnya Perayaan HUT RI ke-77 ala Kampung Terobosan
Editor: JHK
Kemeriahan acara karnaval dalama rangka peringatan HUT RI ke-77 di Kampung Terobosan, Kota Cimahi, bisa Anda lihat pada video di bawah ini:








