Taman Alun-alun Kota Cimahi Belum Dimanfaatkan Warganya Sebagai Destinasi Wisata
Sebagian pengunjung taman alun-alun Kota Cimahi justru berasal dari luar, terutama dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat
Pratama Media News, Kota Cimahi, Kamis (05/05/2022) – Taman alun-alun Kota Cimahi saat ini belum dimanfaatkan oleh warganya sendiri sebagai destinasi wisata, terutama saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. Justru warga luar yang banyak berkunjung ke tempat ini dan memanfaatkannya sebagai tempat hiburan sambil berwisata.
Beberapa warga tampak memanfaatkan momen hari ketiga perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah dengan membawa keluarga mereka jalan-jalan di seputar taman alun-alun Kota Cimahi. Lokasinya taman ini memang sangat strategis dan berada persis di depan Masjid Agung Kota Cimahi, tepatnya di Jalan Raya Barat No.57, Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat.
Menurut keterangan salah seorang pedagang minuman yang mangkal di dalam taman alun-alun Kota Cimahi, kebanyakan warga yang berkunjung ke sini berasal dari luar Kota Cimahi, seperti dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Hanya sebagian kecil warga Kota Cimahi yang berwisata ke tempat ini.

“Umumnya warga luar Kota Cimahi yang datang ke sini. Mereka kebanyakan berasal dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Warga Cimahi sendiri kayaknya justru berwisata ke Kota Bandung,” ujar Siti, warga asal Cirendeu yang kini bermukim di Ciuyah, Kecamatan Cimahi Utara.
Siti sudah dua tahun ini berjualan minuman kemasan (sachet) di dalam area taman tersebut. Kalau hari-hari biasa penghasilannya relatif kecil karena hanya sedikit pengunjungnya. Omset jualannya sekitar Rp 100.000- Rp 150.000 per hari. Namun, pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu penghasilannya bisa mencapai Rp 400.000 – Rp 600.000.
Harga minuman hangat berupa kopi, kopi susu, teh tubruk, energen atau wedang jahe dijual Siti dengan harga relatif murah yaitu Rp 5000 per gelas. Pembelinya cukup banyak walau hanya berjualan di emper jalan setapak dalam taman alun-alun tersebut.
Menurut Siti, untuk bisa berjualan di sana ia harus rela menyisihkan uang sebesar Rp 100.000 per bulan sebagai biaya kebersihan. Ia berharap Pemkot Cimahi menata taman alun-alun Kota Cimahi tersebut, misalnya membuat tempat berjualan yang presentatif bagi para pedagang dan merenovasi paving blok yang terlihat sudah mulai rusak sehingga tidak nyaman bagi para pejalan kaki.


Salah seorang warga Cibeureum yang berkunjung ke taman alun-alun Kota Cimahi adalah Asep (32). Pria yang bekerja di sebuah bengkel tersebut mengajak istri dan seorang anaknya yang masih balita liburan ke tempat ini.
Asep menjelaskan mengapa ia mengajak keluarganya berwisata taman alun-alun Kota Cimahi tersebut. Selain karena tidak jauh dari tempat tinggalnya, juga karena ia tidak perlu mengeluarkan kocek yang besar.
“Tempatnya enggak jauh dari tempat tinggal saya. Masuk ke sini juga gratis. Paling mengeluarkan biaya buat hiburan untuk anak saya dan biaya jajan. Tempatnya juga bersih dan aman,” ungkap Asep dengan ramah.
Dalam area taman alun-alun Kota Cimahi terdapat wahana hiburan buat anak-anak berupa penyewaan motor-motoran listrik. Hanya dengan biaya Rp 10.000 sudah bisa dipakai anak-anak untuk mengendarai kendaraan listrik tersebut selama sekitar 30 menit.


Selain itu, terdapat juga arena berlatih bagi anak-anak yang suka menggambar. Hanya dengan biaya sebesar Rp 20.000 mereka bisa belajar mewarnai gambar di atas Styrofoam. Jika hasilnya ingin dibawa pulang, tinggal menambah biaya Rp 5.000 saja.
“Alhamdulillah anak-anak saya suka diajak main ke sini. Kalau waktu libur, biasa diajak ke alun-alun Cimahi. Ada mainan anak-anak yang relatif murah dan terjangkau. Makanan juga murah kok. Kalau jajan, paling kisaran Rp 5.000-Rp 10.000,” ujar seorang ibu muda yang berasal dari Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.


Beberapa pasangan muda yang memiliki anak balita terlihat mendampingi anak mereka yang sedang berlatih mewarnai gambar di atas bahan yang terbuat dari Styrofoam. Mereka terlihat asyik dan begitu serius mewarnai gambar yang sudah disediakan oleh pengelolanya. (JH).
***
Editor: JHK









