ArtikelOpiniPratama Media News

Anak-anak Abad Milenium Baru (Children Of The New Age): Perbedaan Indigo, Indera Keenam, dan Aura (Bagian 2: Indera keenam – Parapsikologi vs Psikologi)

Indera keenam atau yang disebut intuisi merupakan bagian dari kajian pada bidang psikologi. Akan tetapi, akar istilah indera keenam itu sendiri merupakan bagian dari studi parapsikologi.

Bagian 2: Indera keenam – Parapsikologi vs Psikologi – Indera keenam atau yang  disebut intuisi merupakan bagian dari kajian pada bidang psikologi. Akan tetapi, akar istilah indera keenam itu sendiri merupakan bagian dari studi parapsikologi. Tentu saja sangat mencolok pemahaman antara parapsikologi dengan psikologi itu sendiri.

Menurut Ensikolopedia, definisi parapsikologi merupakan studi ilmiah yang mengkaji fenomena tak biasa atau dugaan psikis yang berkaitan dengan pengalaman hidup manusia atau bahasa sederhananya studi ilmiah yang membahas kajian non ilmiah, terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu; Extracensory-perception atau yang disebut indera keenam, interaksi pikiran-materi, dan kelangsungan hidup.

Disini, indera keenam itu sendiri terdapat berbagai jenis kemampuan, antara lain: pertama, Telepati atau kemampuan membaca pikiran seseorang; kedua, Precognition atau kemampuan melihat masa depan; ketiga, Retrocognition atau kemampuan melihat masa lalu, dan; keempat Clairvoyance atau kemampuan melihat kejadian yang sedang berlangsung di suatu tempat.

Parapsikologi vs Psikologi: Telepati
Ilustrasi: Dua orang sedang melakukan telepati (Sumber: byrslf.co)

Lalu kelima, Telepati atau kemampuan membaca pikiran seseorang; keenam, Metafisik yaitu kemampuan menganalisa terhadap sesuatu hal yang rinci; ketujuh, Telekinetik, atau kemampuan menggerakan/mengendalikan suatu objek, misal: berbicara bahasa kucing karena sang hewan tersebut memahami apa yang sedang majikan perintahkan, dan; kedelapan, Mediumship ialah kemampuan melihat sesuatu yang tak kasat mata, contoh: seperti melihat makhluk ghaib, dan sebagainya.

Adapun definisi psikologi itu sendiri adalah ilmu pengetahuan mengkaji tingkah laku manusia. Dapat disimpulkan, mengenai perbedaan atau perbandingan antara parapsikologi dengan psikologi, yaitu bahwa parapsikologi hanya sebatas kepada fenomena tak biasa sebagaimana yang telah diuraikan.

Ilustrasi: Telekinetic
Ilustrasi: Telekinetic (Sumber: shutterstock.com)

Parapsikologi secara pekerjaan atau profesional seringkali didekatkan sebagai konsultan yang hanya sebatas individual, misal: konsultan spiritual, sedangkan ilmu psikologi terbagi ke berbagai spesifikasi, antara lain; psikologi umum dan eksperimental, psikologi klinis, psikologi sosial, dan sebagainya.

Kemudian, psikolog secara khusus merujuk kepada seorang praktisi psikologi yang telah menempuh pendidikan profesi psikologi. Bidang psikologi secara pekerjaan atau profesi adalah seperti; psikolog klinis, konselor, dan sebagainya.

Tipe-tipe Anak Indigo

Dr. Beth Singler, seorang penulis asal London, Inggris, lulusan Universitas Cambridge, pada 2017 telah mempublikasikan buku berjudul  “Indigo Child: New Experiment & Reiligion” yang isinya menguraikan tentang gagasan anak indigo. Dalam buku tersebut terdapat empat jenis indigo, yaitu: humanis, konseptualis, seniman, dan interdimensional.

Pertama, indigo humanis adalah mereka yang akan bekerja dengan banyak orang. Kedua, indigo konseptualis adalah mereka yang akan menjadi insinyur, arsitek, desainer, astronot, pilot, dan perwira militer di masa depan. Ketiga, indigo seniman adalah mereka yang akan menjadi guru dan sosok kreatif di masa depan. Keempat, indigo interdimensional adalah mereka yang akan membawa filosofi baru dan agama baru ke dunia.

Ciri-ciri Anak Indigo

Ciri-ciri anak indigo yang dikemukakan oleh Tappe dalam Singler (2017:3-4) antara lain: pertama, mereka hadir kedunia dengan perasaan yang ingin diperlakukan sangat lembut, seringkali bertingkah seperti ini. Kedua, memiliki perasaan pantas keberadaan disini dan terkejut apabila orang lain tak membagikannya. Ketiga, harga diri bukanlah masalah besar. Bahkan seringkali memberitahu orang tuanya, siapakah dirinya?

Mediumship
Ilustrasi: Mediumship (Sumber:flickr.com)

Keempat, memiliki kesulitan dengan otoritas absolut (tanpa penjelasan ataupun pilihan). Kelima, mereka takkan melakukan hal-hal tertentu, misalnya mengantri. Keenam, bisa frustrasi pada rutinitas atau sesuatu yang tak memerlukan pemikiran kreatif. Ketujuh, sering kali memandang sesuatu dengan cara yang lebih bagus, baik di rumah ataupun di sekolah mengubah sistem yang telah usang.

Kedelapan, mereka tampak antisosial, kecuali dengan sesamanya. Jika tak ada seseorang yang memiliki kesadaran serupa di sekelilingnya, mereka sering kali berdiam diri karena merasa tidak ada orang yang mampu memahaminya. Anggapannya sekolah itu sulit baginya secara sosial. Kesembilan, mereka tidak akan menanggapi kedisiplinan sebagai suatu tipu muslihat, misalnya, “Tunggu sampai ayahmu pulang, hingga melihat apa yang kau lakukan.” Kesepuluh, mereka tidak sungkan memberitahu apa yang diinginkannya.

Bersambung ke bagian 3: Aura

***

Penulis: Ilham MS

Editor: JHK

Sekilas tentang penulis

Ilham MS lahir di Bandung, 27 Agustus 1994. Ia seorang poliglot yang menguasai cukup banyak bahasa asing antara lain Bahasa Prancis, Bahasa Jerman, Bahasa Belanda, dan Bahasa Italia.

Sejak usia tiga tahun, Ilham pernah melihat sosok malaikat yang menampakan diri di hadapannya. Sosok yang dilihatnya berupa makhluk transparan bersayap yang bersinar terang benderang yang sedap dipandang mata. Warna aura yang terpancar pada dirinya ialah lavender yang didominasi oleh warna ungu.

Ilham MS
Ilham MS (Sumber: Koleksi pribadi)

Seiring berjalan waktu, saat pertama kali masuk Sekolah Taman Kanak-Kanak pada 1999 (usianya baru menjelang lima tahun), ia sering menyendiri dan bermain ayunan dengan boneka teddy bear-nya. Perlu proses dan waktu yang panjang untuk bisa memahami dan beradaptasi atas apa yang dialaminya.

Kini setelah Ilham menginjak dewasa, ia mulai paham bahwa sesuatu yang dialaminya tersebut merupakan anugerah yang Tuhan berikan padanya. Ia pun menyadari kalau orang-orang yang ada di sekitarnya banyak yang tidak bisa memahami karakternya.

Sarjana alumni sebuah universitas ternama di Kota Bandung ini telah berpengalaman melakukan riset, baik secara eskperimental maupun melalui studi pustaka mengenai anak human angel. Ia pun bergabung ke berbagai komunitas anak human angel di media sosial, mulai dari Timur Tengah dan Benua Eropa, sampai ke Amerika Utara.

Melalui hasil risetnya, Ilham menyimpulkan bahwa masing-masing anak human angel (anak indigo aliran kemalaikatan) yang pernah ia hubungi dari berbagai negara memiliki keunikan kisah hidupnya masing-masing, sebagaimana setiap orang punya pengalaman dan pembenarannya tersendiri. Oleh sebab itu diperlukan sikap saling pengertian dan toleran satu sama lain bahwa di dunia ini tidak ada orang yang sama.

***

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button