Berita (News)Pratama Media News

BBPOM di Manado Adakan Kegiatan “Sosialisasi Manajemen Risiko”

Kegiatan berlangsung secara luring dan daring di aula

Pratama Media News, Manado, Sulawesi Utara – BBPOM di Manado mengadakan kegiatan bertajuk “Sosialisasi Manajemen Risiko pada Rabu, 31 Maret 2021, pukul 09.00 – 11.30 WITA yang diikuti oleh seluruh pegawai baik secara luring di aula kantor BBPOM di Manado dan juga secara daring (via zoom meeting). Sosialisasi tersebut dibuka oleh Plh. Kepala Balai, Agung Kurniawan, S.T.

Dalam sambutannya, Agung mengatakan bahwa Sosialisasi ini dilaksanakan untuk mendukung efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi BPOM dalam pencapaian tujuan, juga dijadikan acuan dalam penyelenggaraan penerapan SPIP dan standar penerapan manajemen risiko ISO 31000:2018, serta penilaian tingkat maturitas penyelenggaraan manajemen risiko di lingkungan BBPOM di Manado.

BBPOM, Manado
Acara pembukaan Sosialisasi Manajemen Risiko yang dibuka oleh Kepala BBPOM di Manado, Agung Kurniawan, S.T. (Sumber: Humas BBPOM di Manado)

“Manajemen risiko diperlukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang lebih baik dengan mengendalikan risiko yang dihadapi dan meminimalisir dampak yang akan timbul dengan cara menciptakan kesadaran dan kepedulian pegawai terhadap pentingnya manajemen risiko sehingga organisasi dapat dapat meningkatkan kinerja organisasi, serta terhindar dari risiko yang berdampak signifikan terhadap pencapaian tujuan organisasi, ” jelas Agung dalam pembukaan sosialisasi tersebut.

Tolopansius
Narasumber “Sosialisasi Manajemen Risiko”, Tolopansius Hendrawan, S.Si.,Apt. (Sumber: Humas BBPOM di Manado)

Kegiatan sosialisasi manajemen risiko tersebut juga menghadirkan narasumber Tolopansius Hendrawan, S.Si.,Apt. Dalam sosialisasi ini Tolopansius menjelaskan tentang Keputusan Kepala Badan POM No. HK. 02.02.1.7.07.20.267 tahun 2020 sebagai panduan penerapan manajemen resiko ISO 31000:2018 di lingkungan BPOM yang dilaksanakan oleh Tim SPIP, serta menilai maturitas organisasi dalam penyelenggaraan manajemen resiko.

“Hal yang berbeda dibandingkan dengan Perka sebelumnya yaitu, identifikasi risiko dikelompokkan dengan berdasarkan setiap bisnis proses yang mendukung sasaran strategis dari organisasi,” jelas Tolopansius.

Selanjutnya Tolopansius mengatakan bahwa hal baru lainnya yaitu terkait pembobotan nilai risiko. Menurutnya, berdasarkan Perka terbaru tersebut tidak lagi menggunakan matriks risiko yang merupakan hasil perkalian dari dampak dan kemungkinan. Namun, pembobotan risiko yang baru menggunakan matriks analisa risiko yang merupakan tabel yang berisi boot nilai kombinasi hubungan antara kemungknan dengan dampak.

Materi Sosialisasi
Materi “Sosialisasi Manajemen Risiko yang dipaparkan oleh narasumber (Sumber: Humas BBPOM di Manado)

“Dengan dua hal baru tersebut diharapkan setiap proses yang dimiliki BBPOM di Manado telah teridentifikasi semua sehingga bagi pelaksana akan dapat mencermati potensi risiko yang akan terjadi, serta menghindari kegagalan dalam pelaksanaannya. Hal tersebut tentunya akan meningkatkan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuannya,” tambah Tolopansius dalam paparannya.

peserta
Peserta kegiatan “Sosialisasi Manajemen Resiko” serius mengikuti kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan (Sumber: Humas BBPOM di Manado)

Sebelum acara ditutup secara resmi, Plh. Kepala BBPOM di Manado mengatakan, “Karena identifikasi risiko berdasarkan setiap proses yang menunjang pencapaian sasaran strategis, pada pelaksanaannya sebaiknya diintegrasikan dengan proses evaluasi standar operasional yang dimiliki, daftar identifikasi resiko ini akan dapat diakses pada setiap standar operasional yang ada di BBPOM di Manado.”

Agung menjelaskan bahwa proses Integrasi evaluasi Standar Operational Prosedur (SOP) yang memang dilakukan secara berkala akan sekaligus mereview daftar risiko yang terkait pada proses tersebut.

“Dengan demikian maka integrasi ini  diharapkan memangkas waktu kerja kita dan yang lebih penting hugungan antara proses dengan potensi risiko yang akan terjadi dapat dilihat,” pungkas Agung.

***

Kontributor: Salman

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button