Belajar dengan Senang
Poedianto, "Komunikasi antara guru dan siswa harus mengalir cair sehingga tranformasi ilmu yang disampaikan oleh guru kepada peserta didik akan mudah diterima."
“Belajar dengan Senang” oleh Poedianto – J. Drost, pakar pendidikan, mengatakan belajar harus dengan senang. Belajar dimanapun bukanlah masalah, asal dijalankan dengan senang. Artinya, komunikasi antara guru dan siswa harus mengalir cair sehingga tranformasi ilmu yang disampaikan oleh guru kepada peserta didik akan mudah diterima. Hal ini akan terjadi apabila proses pembelajaran dalam suasana senang (gembira).
Bagan (modul) yang tersistematika dan yang bermuatan tujuan pembelajaran, materi ajar dan evaluasi akan tercapai apabila disampaikan dengan metode mengajar yang tepat. Kesemua rangkaian (alur) proses pengajaran akan sampai pada tujuan.

Drs. Barun, MM, Kepala SMK Negeri 6 Surabaya mengutarakan bahwa untuk mencapai pada tujuan pendidikan, guru harus mempersiapkan dengan baik kepada anak didiknya. Lebih lanjut Barun memberi contoh tentang ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer). ANBK bagi sekolah kejuruan tidak semua peserta didik kelas sebelas ikut ANBK. Lain dengan UNBK yang dilaksanakan pada akhir sekolah dan semua siswa kelas dua belas ikut semua.
“Untuk SMK PK (Pusat Keunggulan) diambil 100 siswa. Yaitu terdiri dari siswa kelas sepuluh dan siswa kelas sebelas. Tetapi yang bukan SMK PK diambil 45 siswa dari kelas sebelas,” ujar Barun diruang kerjanya.
Ketika ditanya, bagaimana dengan SMK yang tidak mempunyai siswa sebanyak 45, Badrun menjawab, “Sejumlah siswa yang dipunyai SMK tersebut diikutkan semua ANBK.”
Perbedaan ANBK dan UNBK. Kalau ANBK penilaiannya dilakukan di setiap jenjang di sekolah. Kelas 5 untuk SD, kelas 8 untuk SMP dan kelas 11 untuk SMK/SMA. Namun, UNBK dilaksanakan pada akhir sekolah.

SMK Pusat Keunggulan (PK) adalah salah satu program Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2021. Ini salah satu upaya untuk pengembangan SMK dengan program keahlian yang pada gilirannya kualitas dan kinerja akan meningkat.

Andik Umargiono, S. Sos, M. Si, dosen Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga Surabaya yang juga sebagai pendamping SMK dalam program pusat keunggulan mengatakan bahwa suksesnya pendidikan ialah soft skill dan hard skill harus sinergi.
“Kalau sudah demikian maka kelulusan SMK akan terserap di dunia usaha dan dunia industri. Yang utama adalah penanaman mental yang kuat bagi peserta didik,” papar Andik Umargiono.
Kesemuanya itu bisa berhasil apabila penyampaian materi oleh guru kepada siswa dengan tepat guna. Diferensiasi dalam pengamatan kepada anak didik sangat dibutuhkan. Kemampuan daya serap siswa akan ilmu yang diberikan oleh guru, minat siswa kepada setiap mata pelajaran serta kesiapan piranti-piranti belajar.
Tidak kalah pentingnya metode guru dalam mengajar juga bisa mempengaruhi pada tujuan pendidikan. Ada metode resitasi (pemberian tugas), metode ceramah, metode demonstrasi (peragaan), metode eksprimen (percobaan-percobaan), metode karya wisata (belajar di luar kelas), metode drill (latihan-latihan) dan metode lainnya lagi.
In House Training (IHT) kini dilakukan oleh SMK Pusat Keunggulan. Tujuannya agar kualitas guru dan tenaga kependidikan meningkat sehingga berdampak bagi tercapainya siswa yang pancasilais. (Poedianto).
***
Editor: JHK
Penulis: Poedianto
Profil penulis:
Poedianto Sosok Guru Inspiratif. Pria kelahiran Surabaya, 18 Oktober 1959 yang akrab disapa Poedi ini selalu punya ide kreatif dalam memanfaatkan waktu luangnya. Terbukti ia mampu menciptakan 207 lagu Jawa di sela-sela kesibukannya mengajar materi Bahasa Jawa di sekolah tempatnya mengajar.

Alumni Program S1 Jurusan Sastra Universita PGRI Adi Buana Surabaya ini mengungkapkan, ”Semua lagu-lagu yang saya ciptakan ini hanya sebagai karya dasar saja. Namun, jika ada penyanyi yang berminat memakai lagu karya saya, tentu saya sangat senang. Mereka boleh menyanyikan lagu-lagu tersebut. Silahkan saja dilihat, semuanya sudah ada chanel YouTube saya.”
Selain suka menulis lagu, ternyata Poedi juga sangat mencintai tradisi leluhurnya. Ia sangat intens terhadap perkembangan seni tradisi seperti wayang kulit, ludruk, janger, ketoprak, keroncong, langgam, dan campur sari. Bukan hanya itu, ia juga sering menulis berbagai cerita rakyat, legenda, ephos, dan cerpen.
Menurut alumni Program Pascasarjana (S2) Konsentrasi SDM Ekonomi dari Universitas Mahardhika Surabaya ini, seni dan tradisi sebaiknya diajarkan di setiap jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah, sampai tingkat atas. Semua bidang seni wajib dipelajari, baik seni tari, seni musik, seni suara, karawitan, pedalangan, dan berbagai bidang seni lainnya.








