Aksi Komunitas Seniman Lukis “Gradasi” yang Bikin Happy
Melukis on the spot bersama di halaman Gedong Budaya Sabilulungan Soreang
Pratamamedia.com, Soreang, Kabupaten Bandung – Komunitas Seniman Lukis Kabupaten Bandung “Gradasi” mengisi hari libur dengan kegiatan melukis on the spot bersama anggotanya bertempat di sekitar halaman taman Gedong Budaya Sabilulungan, Jalan Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Acara yang berlangsung pada Minggu pagi (25/10/2020) tersebut juga dihadiri oleh tiga pelukis Kota Bandung, yaitu Basuki Bawono, Licka, dan Bank Zoel (Zufli Akmansyah).

Gradasi adalah singkatan dari Gerak Aksi Seni Rupa dan Sosial Independent. Menurut R. Cahyadi selaku penggagas kegiatan sekaligus Ketua Gradasi, acara tersebut merupakan kegiatan rutin mingguan komunitas yang dipimpinnya.
“Setiap minggu kami selalu mengadakan kegiatan melukis on the spot bersama. Lokasinya bisa berubah-ubah sesuai kesepakatan teman-teman anggota,” ujar Cahyadi.

Beberapa anggota Gradasi yang hadir kemarin di antaranya adalah Safari Abdurahman, Heri Subari, Jajang S., Haris Cokro, Yayat S., Wahid, Asep Dimas, Kumar Bedri, Asep dudi, Abep S., dan Didin S. Selain pelukis dewasa, ternyata hadir juga kelompok anak-anak, di antaranya Afra, Rizky, Ayu, Ruly, dan Rudy. Mereka adalah anggota muda Gradasi dari kalangan anak-anak dan remaja.
“Kenapa saya melibatkan anak-anak? Hal itu untuk mengantisipasi suasana menghadapi pandemi ini. Mereka kan jenuh di rumah saja. Biarkan mereka sedikit refreshing dan melepas kejenuhannya,” ungkap Cahyadi memberi alasan.

Anak-anak tersebut datang atas kemauan sendiri. Mereka terdiri dari kelompok anak-anak TK, SD, SMP, dan SMA. Semuanya mendapatkan pembinaan dari anggota Gradasi secara teori dan langsung praktik.
“Justru semua anak-anak yang datang spontanitas. Selain ada anggota Gradasi Yunior, ada juga pengunjung yang ikut serta karena suka menggambar. Belajarnya secara spontanitas, teori langsung praktek. Alhamdulilah masyarakat umum yang hadir secara spontan mengapresiasi kegiatan tersebut,” ujar Cahyadi bangga.
Melukis bersama ini ternyata mempunyai banyak manfaat. Cahyadi mengatakan bahwa tujuannya, selain untuk mengasah kemampuan melukis, juga melatih mental para seniman.
“Tujuan kami selain mengasah kemampuan melukis dan melatih mental, juga yang paling penting adalah membangun tali silaturahmi antar seniman, khususnya anggota Komunitas Lukis Gradasi dengan pelukis di luar komunitas. Juga mengenalkan seni rupa, khususnya seni lukis kepada masyarakat di sekitar sebagai proses pembelajaran untuk anak-anak sekolah di masa pandemi ini,” ujar Cahyadi menjelaskan.

Menariknya, dalam ajang melukis bersama tersebut, sambutan masyarakat sangat positif. Bahkan, beberapa karya para pelukis ada yang terjual. Tentu hal tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para seniman.
“Memang beberapa karya anggota komunitas kami ada yang langsung terjual. Namun, ada juga yang memesan, baik berupa sketsa maupun lukisan kanvas. Harga lukisan di sini bervariasi, tergantung jenis lukisan dan kesepakan antara pelukis dan peminatnya. Misalnya untuk sketsa sekitar Rp 250 ribu sampai Rp 1 juta, sedangkan untuk lukisan mulai dari Rp 1 juta sampai harga yang disepakati antara seniman dan pembeli,” ujar Cahyadi menjelaskan.
Profesi melukis menurut Cahyadi, tidak jauh dengan profesi lainnya. Siapa saja yang ingin berprofesi sebagai seniman, bisa hidup dari profesinya tersebut. Oleh sebab itu Cahyadi mencoba membuka mindset para orang tua yang masih beranggapan bahwa melukis adalah pekerjaan rendah dan tidak memilikimasa depan.

“Justru itu saya ingin merubah pandangan orang tua dulu yang menganggap pekerjaan sebagai pelukis itu suatu pekerjaan yang rendah. Makanya di mulai dengan style dan media yang kita tampilkan harus cenderung kesannya elite dan elegan. Seperti contohnya, saya pergunakan standar yang bagus dan lain-lain,” ujar Cahyadi dengan mimik serius.

Pelukis senior ini juga mengatakan bahwa kegiatan mereka di Komunitas Lukis Gradasi bukan hanya memperkenalkan kepada khalayak atau masyarakat umum, tetapi juga ada proses pembelajaran sehingga dapat mengubah pandangan miring tentang seniman lukis. Mereka justru mengedukasi masyarakat bahwa melukis itu adalah suatu hobi yang bisa menghasilkan uang sangat lumayan. Melukis itu bisa dijadikan profesi utama yang sangat menjanjikan asalkan dikelola dengan baik dan profesional.
Kaitannya manfaat melukis bagi kehidupan, Cahyadi mejelaskan, “Selain ada yang menjadikan sebagai hobi, seni lukis dapat juga sebagai terapi bagi pelukis itu sendiri maupun bagi masyarakat penikmatnya untuk belajar mengolah rasa, toleransi, mengolah kerja otak kanan sebagai inovasi, kreatifitas, dan kerohanian yang sekarang sudah kurang dirasakan atau dipahami oleh banyak orang.”

Tidak sedikit remaja yang ingin menekuni profesi sebagai pelukis. Namun, mereka tidak tahu apa yang musti dilakukannya agar sukses sebagai seorang seniman.
“Kalau ada yg hobi atau bakat dalam melukis dan ingin menekuninya sebagai sebuah profesi, berkaryalah dengan serius, jujur, dan berusaha untuk bertanggung jawab dalam karyanya,” pungkas Cahyadi.
***
(JHK)








