
Diklat Rescue Bencana Angkatan 1 Resmi Ditutup di Kampung Bamboo
PRATAMA MEDIA NEWS (PMN), Kota Bandung, Minggu (05/04/2026) – Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Rescue Bencana Angkatan 1 yang diselenggarakan oleh Disaster Response Project (DRP) bersama Kampung Bamboo resmi ditutup pada Minggu, 5 April 2026, di kawasan Kampung Bamboo, Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas relawan kebencanaan di Jawa Barat, dengan menghadirkan pelatihan yang komprehensif dan berbasis praktik lapangan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Kang Ade Kumbang menyampaikan bahwa program diklat ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akan relawan yang tidak hanya memiliki semangat sosial, tetapi juga dibekali keterampilan teknis yang mumpuni.

“Relawan hari ini tidak cukup hanya niat baik. Mereka harus terlatih, paham prosedur, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan,” ujar Kang Ade Kumbang.
Diklat Rescue Bencana Angkatan 1 sendiri telah berlangsung sejak 15 Februari 2026 dan dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu, dengan total tujuh kali pertemuan. Selama proses pelatihan peserta mendapatkan berbagai materi penting terkait penanganan kebencanaan.


Materi yang diberikan meliputi water rescue, penanganan korban longsor, rescue kebakaran, vertical rescue, penanganan reruntuhan seperti tembok dan pohon tumbang, hingga animal rescue. Seluruh materi disampaikan oleh para praktisi berpengalaman dari berbagai lembaga, di antaranya berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, tim Vertical Rescue Indonesia, serta praktisi animal rescue yang dikenal dengan panggilan Mas Uki.
Ketua Umum DRP, Raden Rizki Rukhiyat menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen DRP dalam membangun ekosistem relawan yang kuat, terstruktur, dan siap bersinergi dengan berbagai pihak.
“Kami ingin menciptakan relawan yang bukan hanya banyak secara jumlah, tetapi juga berkualitas dan siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan,” kata Rizki.

Acara penutupan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan unsur penting, di antaranya Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jawa Barat, Abah Soma, Abah Alam (Tokoh Jawa Barat), Kang Adit Barli (bogalakon) serta aparatur setempat. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan terhadap penguatan kapasitas relawan di tingkat daerah.
“Harapannya ke depan, para relawan lebih profesional, tangguh, tanggung jawab, disiplin, dan berkualifikasi keahlian seusia dengan bidangnya sehingga saat memberikan pertolongan para relawan tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana penanganannya,” pungkas Rizki.

Suasana penutupan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Para peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan bencana di masyarakat.
Dengan berakhirnya Diklat Angkatan 1 ini, DRP dan Kampung Bamboo berkomitmen untuk terus melanjutkan program serupa ke depannya, guna memperluas jangkauan pelatihan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana. (NRS/PMN).
***
Judul: Diklat Rescue Bencana Angkatan 1 Resmi Ditutup di Kampung Bamboo
Jurnalis: NRS/PMN
Editor: JHK








