Mengenal Fitri Kurniawati, Sosok Kepala Kantor Kebun Raya Cibodas yang Baru
Dengan diangkatnya Fitri maka pelaksanaan managerial Kantor Kebun Raya Cibodas terhitung mulai 13 September 2021 dipegang olehnya.
Mengenal Fitri Kurniawati, Sosok Kepala Kantor Kebun Raya Cibodas yang Baru – Kepala Kantor Kebun Raya Cibodas baru saja diserahterimakan pada Selasa, 14 September 2021, dari pejabat lama Dr. Dian Latifah, M.App.Sc. kepada pejabat baru, Fitri Kurniawati, M.I.L. Pergantian ini terhitung cepat karena Dian latifah sebelumnya dilantik pada 4 Januari 2021 atau baru menjabat selama delapan bulan.
Acara serah terima jabatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Pengelola Kebun Raya Cibodas tersebut berlangsung sederhana dan hikmat. Turut hadir dalam acara sertijab tersebut antara lain Plt. Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi, Dr. R. Hendrian, M.Sc., Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati, Dr. Imam Hidayat, dan Kepala Kantor Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Dr. Sukma Surya Kusumah, S.Hut., M.Si.

Selain itu terdapat hadir pula Ketua Tim PME Ilmu Pengetahuan Hayati, Ahmad Fathoni, Ph.D., Koordinator Administrasi Penelitian di Cibodas, para eks sub Koordinator Layanan Kawasan Cibodas, dan General Manager PT Mitra Natura Raya Kebun Raya Cibodas.
Sebelumnya, pada 3 September 2021, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Laksana Tri Handoko melantik Dr. Dian Latifah sebagai peneliti. Oleh karena itu secara otomatis berakhir pula jabatan Dian Latifah sebagai Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas. Namun, selama masa transisi ia tetap menjalankan tugasnya seperti biasa sampai adanya pejabat baru.

Pada Senin (13/09/21) pagi di kantor BRIN, bersamaan dengan kegiatan apel, Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengangkat tiga pejabat baru sebagai Kepala Kantor Kebun Raya. Salah satu pejabat yang dilantik adalah Fitri Kurniawati. Ia diangkat sebagai Kepala Kantor Kebun Raya Cibodas.
Dengan diangkatnya Fitri Kurniawati maka pelaksanaan managerial Kantor Kebun Raya Cibodas terhitung mulai 13 September 2021 dipegang olehnya. Sebelumnya wanita kelahiran Bandung, 18 Agustus 1981 tersebut menjabat sebagai Pranata Humas Ahli Muda di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas.
Masuk LIPI karena Tertarik pada Dunia Peneiti
Fitri Kurniawati adalah sarjana lulusan Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada 2006. Gelar Magister Ilmu Lingkungan (M.I.L.) diperolehnya dari kampus yang sama pada 2012.
Pada 2008 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membukan lowongan kerja. Fitri pun mencoba peruntungannya dengan melamar di lembaga penelitian milik pemerintah tersebut. Ia melamar pada formasi peneliti untuk lulusan S1 Ilmu Tanah, seuai dengan latar belakang pendidikannya.

Akhirnya Ibu dari dua anak ini – Rizqi Sufi Alifiansyah, siswa kelas 4 SD dan Nadhia Almira Khairiah, siswi kelas 1 SD – diterima bekerja di lembaga tersebut sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
“Saya masuk LIPI karena tertarik pada dunia riset. Sebelumnya saya berpengalaman kerja sebagai asisten dosen di Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Tanah, Fakultas Pertanian Unpad,” ujar Fitri ketika menjelaskan alasannya masuk ke LIPI kepada penulis.
Sebelum dilantik sebagai Kepala Kantor Kebun Raya Cibodas, Fitri Kurniawati pernah menduduki berbagai jabatan fungsional maupun struktural. Pada jabatan fungsional, wanita yang hobi menulis fiksi ini merintis karirnya mulai dari Peneliti Ahli Pertama, Peneliti Ahli Muda, dan terakhir menjabat sebagai Pranata Humas Ahli Muda pada Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas.
Sementara itu jabatan struktural yang pernah dipegang Fitri sebelumnya yaitu sebagai Kepala Seksi Pelayanan Jasa dan Informasi. Jabatan ini menjadi tanggung jawabnya sejak 10 September 2019. Enam bulan kemudian, tepatnya pada 27 Maret 2020, alumni SDN Griya Bumi Antapani (1994) ini menjabat sebagai Plt. Kepala Seksi Pelayanan Jasa dan Informasi sampai akhirnya dilantik sebagai Kepala Kantor Kebun Raya Cibodas pada 13 September 2021.

Saat ditanya tentang rencana kerjanya terkait jabatan barunya tersebut, Fitri mengatakan bahwa dirinya akan berupaya menjalankan dan mensukseskan seluruh program kerja Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati (BRIN) dan Kepala Kantor Pusat Riset Konservasi Tumbuhan (BRIN) dengan penuh tanggung jawab.

“Saya juga akan menjalankan program pembinaan SDM, khususnya untuk Analis Perkebunrayaan di Kebun Raya Cibodas agar menjadi SDM IPTEK yang unggul,” ujar peraih tanda jasa/kehormatan Satyalencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia ini dengan nada optimis.
Hobi Menulis dan Memasak Bolu/Kue
Bekerja sebagai Aparatus Sipil Negara (ASN) di LIPI tentu memiliki beragam kesibukan. Namun, disela-sela kesibukannya tersebut Fitri Kurniawati masih sempat menyalurkan hobinya menulis. Bukan saja tulisan ilmiah yang berhasil dibuatnya, tetapi beragam tulisan fiksi pun berhasil lahir dari buah pemikirannya, di antaranya dalam bentuk puisi.
Saat ini lulusan SMPN 20 Bandung (1997) dan SMAN 20 Bandung (2000) ini tercatat sebagai anggota di beberapa komunitas penulis. Dalam dunia kepenulisannya ia lebih dikenal dengan nama penanya, Merepih Alam.
Beberapa tulisan ilmiah hasil karya Fitri terbit di berbagai jurnal ilmiah, baik yang ditulisnya sendiri maupun ditulis bersama teman-temannya sesama peneliti. Beberapa di antara karya ilmiahnya adalah “Pengetahuan dan Adaptasi Petani Sayuran terhadap Perubahan Iklim” yang merupakan tesisnya saat menyelesaikan pendidikan S2 di Unpad Bandung. Kemudian tulisan ilmiah berjudul “Pengaruh Media Tanam dan Pemupukan Npk terhadap Pertumbuhan Bibit Damar Mata Kucing (Shorea javanica)” yang ditulis bersama rekannya, M. Ariyani.
Artikel Fitri lainnya berjudul “Survivorship and growth of eight native tree species during their early stage at a restored land within Gede Pangrango National Park, Indonesia” yang ditulis bersama rekan-rekannya yritu Wiguna Rahman, Eka AP Iskandar, Imawan W Hidayat, Didik Widyatmoko, dan Siti Roosita Ariati dalam rangka prosiding Seminar Nasional “Konservasi Tumbuhan Tropika: Kondisi Terkini dan Tantangan ke Depan”.
Tentu masih banyak artikel ilmiah lainnya yang sudah dibuat dan dipublikasikan oleh Fitri. Selain itu, Fitri juga sangat menyukai karya sastra, seperti misalnya puisi. Puluhan karyanya bisa dilihat di blog pribadinya http://fitrimerepihalam.wordpress.com. Salah satu karya puisi Fitri yang berjudul “Abdi Negara” akan ditampilkan di sini.
ABDI NEGARA
Karya: Merepih Alam
Aku ini abdi negara yang disebut PNS
Yang harus kerja dibawah sumpah dan janji PNS
Bekerja dengan didasar pada banyak peraturan pemerintah
Demi mensukses capaian, tujuan, program pemimpin negeri
Aku ini seorang pelayan masyarakat
Yang dituntut kerja secara profesional
Dikejar kejar target dan output kinerja
Selalu diawasi masyarakat dan netizen untuk tidak korupsi
Dan aku selalu saja disalahkan, jika gaji dinaikan negara
Aku adalah pahlawan bagi keluarga
Dibayar gaji setiap tanggal satu, dibayarkan tunjangan kinerja setiap tanggal belasan
Maka aku tak boleh banyak tanya
Jika negara kini menuntut harus produktif
Cukup katakan ya
Jangan katakan tidak
Cukup bergerak, berkerja, dan berkarya
Penuhi segala tugas yang disemat di dada
Jangan Aku banyak tanya
Jangan Aku sibuk meminta
Pergi saja bila tak suka
Atau tetaplah amanah pada sumpah dan janji PNS
Wahai diri, di atas langit masih ada langit
Raihlah kemuliaan tertinggi
Ciptakan nilai terbaik dalam hidup
Karena di langit Tuhan Kita bertahta di singgasana-Nya
Hai semesta, Aku pasti mati atau berhenti
Pimpinan pasti mutasi atau bakal mati
Organisasi akan tutup atau berganti
Pegawai bisa rotasi dan bisa juga mati
Tapi Tuhan, dia selalu abadi
Selain hobi menulis, ternyata Fitri juga jago memasak. Ia pandai membuat bolu dan kue. Saat ini ia juga suka memenuhi pesanan bolu dan kue dari pelanggannya dengan menggunakan brand “Merepih Alam”.
“Awalnya saya merasa tertantang untuk survive dimasa PSBB tahun 2019. Masih ingat dengan kampanye ‘di rumah aja’? Karena tidak terbiasa diam di rumah, tanpa keluar wara-wiri, akhirnya saya jadi sering masak camilan untuk anak sambil membunuh waktu. Mulai dari bikin sistik, bikin cakwe, bikin bolu, bikin puding, dan dessert box. Semua camilan itu awalnya dibuat sesuai request keluarga,” ungkap Fitri sambil tersenyum.
Ternyata hasil masak Fitri mendapat sambutan positif, baik dari keluarga ataupun dari teman yang ikut mencicipi hasil kreasinya tersebut. Sejak saat itu timbullah idenya untuk berjualan. Ia pun mulai membuat brand, logo, dan berpromosi.
“Alhamdulillah sekarang saya sudah dikenal sebagai tukang buat camilan,” ujar Fitri bangga.
Produksi camilan Fitri hanya saat ada pesanan saja, tidak setiap hari berproduksi. Maklum saja karena pekerjaan utamanya tetap sebagai ASN.
***
Editor: JHK
“Mengenal Fitri Kurniawati, Sosok Kepala Kantor Kebun Raya Cibodas yang Baru” oleh J.Haryadi
Profil penulis
J. Haryadi adalah nama pena dari Jumari Haryadi. Pria kelahiran Kotabumi, Lampung Utara yang akrab disapa Edi Kohar atau Arie ini memiliki darah Kediri, Jawa Timur dari sang ayah dan Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan dari sang inu. Ia mulai serius menekuni dunia tulis menulis sejak 2007. Selain sebagai penulis, jurnalis, dan blogger, pria yang kini berdomisili di Bandung Barat ini juga sedang menekuni dunia fotografi, serta aktif sebagai pegiat pariwisata, seni, dan budaya.









Selamat n sukses buat bu Fitri.
Juga u/ pratamamedia.com semoga semakin exis
Terima kasih, Bu Sarinah … unk doa dan supportnya