Budaya Ronda Malam Kini Mulai Diaktifkan Kembali di Lampung Utara
Manfaat dari pelaksanaan ronda itu sendiri sangatlah banyak, di antaranya adalah menjaga keamanan warga dari segala macam tindak kriminal
Pratama Media News – Budaya Ronda Malam yang Kini Mulai Diaktifkan Kembali di Lampung Utara – Ronda adalah berjalan keliling atau patroli untuk menjaga keamanan di desa, baik dengan berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan bermotor. Dalam ronda biasanya terbagi dalam beberapa kelompok untuk berpatroli menyebar di setiap jalan dan gang perumahan warga yang termasuk dalam satu desa atau dusun yang bersangkutan.
Manfaat dari pelaksanaan ronda itu sendiri sangatlah banyak, di antara adalah menjaga keamanan warga dari segala macam tindak kriminal. Juga sebagai upaya mengantisipasi terjadinya masalah yang ditimbulkan karena adanya gangguan keamanan masyarakat dan musibah atau pun bencana alam. Manfaat lainnya adalah sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar masyarakat dan meningkatkan rasa kebersamaan antar penduduk dalam suatu dusun atau RT.
Menindaklanjuti surat dari Lurah Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara yang ditandatangani bersama oleh BABINSA dan BHABINKAMTIBMAS Nomor: 331.1/02/74-LU/I/2023 tanggal 23 Januari 2023, perihal himbauan yang isinya memerintahkan kepada seluruh kepala Lingkungan (LK) dan Rukun Tetangga (RT) se Keluarahan Tanjung Aman untuk mengaktifkan sistim keamanan lingkungan (Siskamling) melalui ronda malam pada lingkungan sampai dengan tingkat RT bersama masyarakat.

Himbauan lainnya adalah meningkatkan koordinasi melalui aparat keamanan melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta melaporkan kepada aparat keamanan apabila mengetahui atau menemukan situasi dan kondisi mencurigakan.
Sehubungan dengan hal tersebut, kini warga di Lingkungan VI Kelurahan Tanjung Aman Kecamatan Kotabumi Selatan, menggalakkan kegiatan ronda malam yang dilaksanakan setiap malam dan dibagi menjadi beberapa kelompok petugas ronda disetiap RT-nya.
“Selain melaksanakan surat edaran dari Lurah Kelurahan Tanjung Aman, sesungguhnya manfaat lain dari ronda malam adalah masyarakat terasa aman, terjalinnya sosialisi dan menguatkan silaturahmi di antara warga,” kata Ketua LK VI Kelurahan Tanjung Aman, Afnila Warman, S.Pd saat dimintai keterangan oleh penulis.

“LK VI Kelurahan Tanjung Aman ini terdiri dari 4 RT dan masing-masing ketua RT membagi warganya menjadi petugas ronda dengan jumlah 8-10 orang untuk bertugas ronda setiap malamnya. Petugas ronda berkeliling berjalan kaki dengan dibagi menjadi dua kelompok menyelusuri gang dan jalan-jalan kecil di antara rumah warga sambil sesekali membunyikan bunyi-bunyian dari tiang listrik atau telepon yang dipukul dengan kekerasan yang tidak melebihi batas wajar. Kemudian kelompok yang terbagi tadi bertemu kembali pada satu titik kumpul di pos ronda,” lanjut Afnila Warman.
Ketika penulis bertanya mengenai waktu pelaksanaan dimulainya ronda, Afnila Warman menjelaskan bahwa petugas ronda mulai berkumpul di pos ronda masing-masing selambatnya pada pukul 23.00 WIB dan mulai berkeliling ronda pada pukul 00.00 WIB yang diulangi lagi setiap 1 jam sekali sampai pukul 04.00 WIB pagi, lalu petugas ronda kembali kerumah masing-masing untuk beristirahat.
Semoga dengan adanya kegiatan ronda ini nantinya bisa mencegah terjadinya gangguan keamanan yang terjadi di Wilayah Lingkungan VI, Kelurahan Tanjung Aman, serta dapat menumbuhkembangkan sikap mental serta meningkatkan kepekaan masyarakat dan daya tanggap setiap warga masyarakat pada umumnya dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban lingkungannya masing-masing. (Suprianto)
***
Judul: Budaya Ronda Malam yang Kini Mulai Diaktifkan Kembali di Lampung Utara
Penulis: Suprianto (Prie), alumni SMPN 1 Kotabumi Angkatan 1982, Kabupaten Lampung Utara
Editor: JHK
Sekilas tentang penulis

Pengarang dengan nama lengkap H. Suprianto ini lebih lebih dikenal dengan sapaan Prie. Pria hitam manis kelahiran Lampung, 4 April 1966 asal Jawa Tengah ini menjalani prosesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.
Prie menikah dengan Hj. Rodiah Alhusna atau akrab disapa Iyot, seorang wanita asal Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Dari hasil pernikahan mereka dikaruniai dua orang anak, masing-masing bernama Ridho Gusti yang kini mengemban tugas sebagai aparat kepolisian di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung dan Karima Gusti yang kini mengikuti suami tugas di Kodam V Brawijaya, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
Dalam menyongsong masa purna tugasnya sebagai ASN, Pria ini kini mulai aktif kembali menulis kembali, meneruskan hobinya semasa remaja.
***








