ArtikelPratama Media News

Membuat Merasa

Sebuah artikel menarik dari Syafril Riza

Membuat MerasaPerubahan adalah salah satu hal yang tak pernah berubah. Perubahan akan terus ada hingga maut menjemput. Siap tak siap, perubahan akan “memaksa” kita untuk berubah.

Beberapa manusia memutuskan untuk berubah lebih baik. Capek jadi fakboy, memutuskan untuk menjadi good boy. Bosen jadi playgirl, ingin jadi nice girl. Mereka paham, label negatif yang disematkan pada diri mereka tak membuat mereka lebih baik di mata manusia, apalagi di hadapan Allah. Perubahan menjadi lebih baik, dimulai!

Beberapa dari yang mencoba menjadi lebih baik ternyata berubah lebih baik dan lebih baik lagi, seperti reborn. Tak terlihat bekas bahwa mereka sempat ada di pinggir jurang. Akan tetapi, tak semuanya demikian.

Membuat merasa
Ilustrasi quote tentang perubahan (Sumber: unified-team.com)

Beberapa dari mereka putus asa dengan keputusannya untuk berubah lebih baik. Akhirnya kembali ke masa lalu. Lebih buruk daripada sebelumnya. Naudzubillah min dzalik.

Sempat saya melakukan riset goblok-goblokkan. Tak pakai riset pendahuluan dan hipotesis, saya mencoba melakukan diskusi terselubung dengan pelaku kembali ke masa lalu yang tak lebih baik. Inilah jawaban mengenaskan dari mereka.

“Saya merasa orang-orang sekeliling saya tak ada yang merasa bahwa saya telah mencoba untuk berubah lebih baik.”

Mereka merasa minim dukungan dari circle mereka. Dari orang-orang yang mereka harapkan untuk support percobaan baik mereka.

“Tapi mas Syafril, berarti mereka gak ikhlas untuk berubah lebih baik? Kalau mereka ikhlas, harusnya mereka cuek aja saat tak ada yang support mereka.”

Membuat merasa
Ilustrasi proses perubahan (Sumber: baamboozle.com)

Oke, saya paham pikiran Anda. Namun, ada beberapa hal yang perlu kita luruskan.

  1. Ikhlas itu amalan hati. Kita gak bisa bikin judgement seseorang ikhlas atau kagak untuk melakukan kebaikan.
  2. Untuk kita yang sudah sering melakukan kebaikan, Alhamdulillah, kebaikan kita sudah kayak habit. Otomatis terlaksana. Bagi mereka, kebaikan adalah full effort. Mereka gak bisa seorang diri. Perlu dukungan.
  3. Daya tahan tiap orang untuk minim dukungan adalah berbeda-beda. Kita mungkin bisa cuek dengan minimnya dukungan untuk lebih baik dan terus berubah lebih baik. Akan tetapi, tak semuanya seperti kita kan?
  4. Apa sulitnya memuji effort mereka untuk menjadi lebih baik meskipun sedikit? Membuat mereka merasa bahwa mereka pelan-pelan telah berubah. Membuat mereka merasa diterima oleh lingkungan yang baik.

Last but not least, coba bayangkan kita ada di posisi mereka. Mencoba untuk lebih baik, tapi minim dukungan. Apa yang kita rasakan? Apa yang kita lakukan?

Itu saja sih!

***

Penulis: Syafril Riza

Tentang Penulis :

Syafril Riza
Syafril Riza (Sumber: istimewa)

Syafril Riza adalah founder and Managing Director of Today Solution and Passion Enthusiast. Penulis juga merupakan seorang dosen, passion enthusiast, podcaster, passion development consultant, dan anggota Komunitas Penulis Kreatif (KPKers) Indonesia. Ia juga sering memberikan pelatihan dan pembinaan tentang startup bisnis kecil, khususnya untuk kalangan anak-anak muda.

Selain sibuk mengajar, alumni Program Magister Manajemen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memiliki hobi menulis.  Beberapa tulisannya bisa dilihat di blog pribadinya http://syafril-riza.blogspot.com dan media online Pratama Media News (https://pratamamedia.com).

Syafril Riza juga suka Podcast. Suara merdu dan buah pikirannya bisa disimak Podcast BILIK BERBAGI Syafril Riza pada laman situs https://open.spotify.com. Topik-topik renyah dan kekinian khas anak muda dikupasnya dengan bahasa sederhana dan mudah dicerna. Ia juga bisa dihubungi melalui: WhatsApp (WA) 0812-3229-627

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button