ArtikelPratama Media NewsReligi

RISMA Masjid Al Ghofur Kotabumi Songsong Ramadan dengan Muhasabah Taubat dan Rukiah Syariat

Rukiah merupakan praktik pengobatan dengan ayat-ayat Al-Quran, doa-doa, atau zikir-zikir khusus untuk menyembuhkan orang yang memiliki keluhan penyakit medis ataupun nonmedis.

Pratama Media News – RISMA Masjid Al Ghofur Kotabumi Songsong Ramadan dengan Muhasabah Taubat dan Rukiah Syariat  – Mendengar kata rukiah, kebanyakan orang mungkin akan tertuju pada praktik pengobatan mistis untuk menangani penyakit-penyakit nonmedis, seperti kesurupan, guna-guna, santet, teluh, dan gangguan gaib lainnya, padahal, rukiah tidak selalu berkaitan dengan hal-hal demikian. Sebab, rukiah juga digunakan untuk pengobatan medis.

Kalau kita coba definisikan, rukiah merupakan praktik pengobatan dengan ayat-ayat Al-Quran, doa-doa, atau zikir-zikir khusus untuk menyembuhkan orang yang memiliki keluhan penyakit medis ataupun nonmedis. Dalil praktik pengobatan demikian adalah firman Allah swt yang artinya, “Kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS: Al-Isra : 82).

Ayat Al-Quran lainnya mengatakan, ”Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.“ (QS: Yunus: 57).

Flyer acara rukiah masal yang berlangsung di Masjid Al-Ghofur, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara
Flyer acara rukiah masal yang berlangsung di Masjid Al-Ghofur, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara pada Sabtu, 18 Maret 2023 – (Sumber: RISMA Al-Ghofur)

Kemudian ayat ini juga menyatakan, ”Katakanlah, Al-Quran adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman.” Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa salah satu manfaat Al-Quran bagi manusia adalah obat bagi orang-orang yang beriman.

Dalam rangka menyongsong Ramadan 1444 Hijriah, Remaja Islam Masjid (RISMA) Masjid Al Ghofur, Jalan M.T. Haryono, Gang Merapi II, Wonogiri I, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara menggelar rukiah dengan tema “Songsong Ramadan dengan Muhasabah Taubat dan Rukiah Syariat”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 18 Maret 2023, pukul 09:00 -12:00 WIB dan dihadiri oleh masyarakat di sekitar Masjid Alghofur yang terdiri dari para remaja, orang tua, dan tokoh masyarakat.

Ustaz Muhammad Ihsan, A.Md ketika sedang memberi penjelasan tentang makna rukiah kepada jemaah Masjid Al-Ghofur
Ustaz Muhammad Ihsan, A.Md ketika sedang memberi penjelasan tentang makna rukiah kepada jemaah Masjid Al-Ghofur – (Sumber: RISMA Al-Ghofur)
Jemaah perempuan Masjid Al-Ghofur dengan khidmat mengikuti prosesi pelaksanaan rukiah
Jemaah perempuan Masjid Al-Ghofur dengan khidmat mengikuti prosesi pelaksanaan rukiah – (Sumber: RISMA Al-Ghofur)

“Kegiatan ini di prakarsai oleh anak-anak kita yang tergabung dalam Remaja Islam Masjid (RISMA) Al Ghofur dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tujuannya untuk membersihkan diri dari dosa-dosa masa lalu dengan harapan masuk bulan suci Ramadan ini kita semua sudah dalam keadaan bersih, baik rohani maupun jasmani,” jelas ustaz Muhammad Ihsan, A.Md selaku Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Ghafur.

Selain sebagai Ketua DKM Al Ghafur, Muhammad Ihsan juga merupakan seorang praktisi rukiah dari “Asossiasi Ruqyah Syar’iyyah Indonesia”. Beliau yang akan membimbing proses pelaksanaan rukiah untuk masyarakat yang ada di sekitar Masjid Al Ghafur.

Jemaah laki-laki Masjid Al-Ghofur dengan khidmat mengikuti prosesi pelaksanaan rukiah
Jemaah laki-laki Masjid Al-Ghofur dengan khidmat mengikuti prosesi pelaksanaan rukiah – (Sumber: RISMA Al-Ghofur)

Lebih lanjut ustaz Muhammad Ihsan mengatakan bahwa kegiatan ini juga untuk membersihkan akidah umat Islam dari berbagai pengaruh kesyirikan yang selama ini dilakukan karena ketidaktahuannya, memohon kesembuhan bagi yang sakit, dan adanya perubahan diri menjadi lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan pada masa yang akan datang.

Pelaksanaan rukiah dilaksanakan secara massal dengan diawali penjelasan tentang pengertian rukiah itu sendiri dan praktik rukiah secara mandiri. Acara dilanjutkan dengan muhasabah, taubat, dan istighfar bersama untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kekhilafan  pada masa lalu. Prosesi pelaksanaan rukiah dilakukan dengan mendengar dan menyimak bacaan ayat-ayat untuk rukiah dari Al-Quran dan doa-doa dari Rasulullah saw yang mashur.

Pada akhir acara, salah seorang jemaah Masjid Al Ghofur yang juga sebagai peserta rukiah yaitu Karyono atau akrab disapa Yoyon menjelaskan bahwa manfaat yang dirasakannya secara pribadi berdampak pada ketenangan jiwa.

Karyono alias Yoyon, salah seorang jemaah Masjid Al Ghofur yang juga sebagai peserta rukiah
Karyono alias Yoyon, salah seorang jemaah Masjid Al Ghofur yang juga sebagai peserta rukiah – (Sumber: RISMA Al-Ghofur)

“Yang saya rasakan langsung, jiwa menjadi tenang dan adem. Menghilangkan pikiran kalut dan jiwa gelisah, serta khayalan yang merusak. Intinya kita menjadi gak kemrungsung (Bahas Jawa = gelisah. Red) gitu loh Mas,” kata Yoyon mengakhiri pembicarannya. (Prie)

***

Judul: RISMA Masjid Al Ghofur Kotabumi Songsong Ramadan dengan Muhasabah Taubat dan Rukiah Syariat
Penulis: Suprianto (Prie), alumni SMPN 1 Kotabumi Angkatan 1982, Kabupaten Lampung Utara
Editor: JHK

Sekilas tentang penulis

Suprianto (Prie), penulis/pengarang
Suprianto (Prie), penulis/pengarang – (Sumber: koleksi pribadi)

Penulis dengan nama lengkap H. Suprianto ini lebih lebih dikenal dengan sapaan Prie. Pria hitam manis kelahiran Lampung, 4 April 1966 asal Jawa Tengah ini menjalani prosesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Prie menikah dengan Hj. Rodiah Alhusna atau akrab disapa Iyot, seorang wanita asal Kota Cimahi, Provinsi  Jawa Barat. Dari hasil pernikahan mereka dikaruniai dua orang anak, masing-masing bernama Ridho Gusti yang kini mengemban tugas sebagai aparat kepolisian di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung dan Karima Gusti yang kini mengikuti suami tugas di Kodam V Brawijaya, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Dalam menyongsong masa purna tugasnya sebagai ASN, Pria ini kini mulai aktif kembali menulis kembali, meneruskan hobinya semasa remaja.

***

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button