Berita (News)PendidikanPerguruan TinggiPratama Media News

Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Keuangan dan Pengembangan Bisnis bagi Masyarakat Desa Pulosari

Dalam rangka program Bina Desa yang dilakukan oleh Dosen FEB Telkom University Bekerja Sama dengan HIMA MBTI

PRATAMA MEDIA NEWS (PMN), Kabupaten Bandung, Sabtu (09/03/2024) – Kegiatan Bina Desa oleh Telkom University (Tel-U) dilakukan secara insendental dengan yaitu pada 16 Oktober 2023, 19 November 2023, dan 8 Maret 2024. Lokasi kegiatan berada di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan Bina Desa ini terselenggara atas kerja sama antara dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Tel-U yaitu Dr. Dwi Fitrizal Salim, S.M., M.M., Dr. Farida Titik Kristanti, S.E., M.Si., dan Deannes Isynuwardhana, Ph.D. dengan Himpunan Mahasiswa Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (HIMA MBTI).

Menurut salah satu dosen FEB Tel-U, Dwi Fitrizal Salim, kegiatan Bina Desa ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan dan pengembangan bisnis di lingkungan pedesaan. Hal ini merupakan fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta kesejahteraan masyarakat.

Pemberian materi pelayanan digital dan pelaporan pertangung jawaban anggaran kepada perwakilan perangkat pelayanan desa, dan karang taruna Desa Pulosari
Pemberian materi pelayanan digital dan pelaporan pertangung jawaban anggaran kepada perwakilan perangkat pelayanan desa, dan karang taruna Desa Pulosari – (Sumber: DFS/PMN)

“Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang telah diterapkan menyoroti latar belakang, hambatan, dan solusi terkait dengan peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan dan pengembangan bisnis bagi masyarakat Desa Pulosari,” jelas Dwi Fitrizal.

Menurut Dwi Fitrizal, Desa Pulosari  ini memiliki potensi alam dan ekonomi yang substansial. Namun, menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan pengetahuan keuangan, kurangnya akses ke layanan keuangan, dan tantangan dalam pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Pengembangan bisnis di lingkungan pedesaan juga membutuhkan pemahaman mendalam terhadap aspek sosial budaya masyarakatnya. Setiap komunitas memiliki norma, nilai, dan kepercayaan yang unik. Kegagalan dalam memahami dinamika ini dapat menghambat kemajuan bisnis dan berujung pada kebuntuan.

“Seorang pengusaha yang sukses perlu mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan bahwa layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, sambil tetap mempertimbangkan manajemen risiko yang tepat,” ungkap Dwi Fitrizal.

Solusi yang dilakukan meliputi berbagai pendekatan, seperti pelatihan keuangan dan kewirausahaan, edukasi keuangan, pemberdayaan melalui koperasi keuangan mikro, bimbingan bisnis, riset pasar, dan penerapan teknologi. Kolaborasi dengan pelaku bisnis lokal serta penerapan prinsip bisnis berkelanjutan menjadi bagian krusial dari strategi pemberdayaan ini.

“Pengabdian kepada Masyarakat ini menawarkan pendekatan komprehensif dan berkelanjutan yang bertujuan membantu masyarakat Desa Pulosari mengatasi hambatan dalam pengelolaan keuangan dan meningkatkan potensi bisnis dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian desa, serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Dosen FEB Tel-U tersebut dengan antusias.

Dwi Fitrizal menambahkan, dengan adanya peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan dan pengembangan bisnis di tingkat individual, ia berharap masyarakat akan lebih mampu mengoptimalkan sumber daya keuangan mereka.

Para dosen FEB Telkom University berfoto bersama masyarakat di depan Kantor Desa Pulosari, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung - (Sumber: DFS/PMN)
Para dosen FEB Telkom University berfoto bersama masyarakat di depan Kantor Desa Pulosari, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung – (Sumber: DFS/PMN)

Hal tersebut menurut Dwi Fitrizal akan memicu pertumbuhan sektor ekonomi lokal, misalnya adanya peningkatan pemahaman tentang manajemen keuangan, individu dapat lebih cerdas dalam pengelolaan usaha mikro dan menengah, mengurangi risiko kegagalan usaha, serta meningkatkan peluang untuk ekspansi usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Implikasi ini kemudian berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, peningkatan akses dan literasi keuangan sesuai dengan SDG nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat desa untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi yang produktif.

“Selain itu, hal ini juga mendukung SDG nomor 1 (Tidak Ada Kemiskinan) karena meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengelola keuangan mereka dapat mengurangi tingkat kemiskinan di tingkat lokal,” pungkas Dwi Fitrizal. (DFS/PMN).

***

Judul: Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Keuangan dan Pengembangan Bisnis bagi Masyarakat Desa Pulosari
Kontributor: DFS/PMN
Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button