Berita (News)bisnisBisnis dan ManajemenEkonomiPendidikanPerguruan TinggiPratama Media News

Menumbuhkan Semangat Wirausaha di Desa Pulosari

Meretas Jalan Menuju Global Entrepreneur

PRATAMA MEDIA NEWS (PMN), Kabupaten Bandung, Jumat (10/12/2023) – Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, tak jauh berbeda dengan banyak daerah pedesaan lainnya dalam menghadapi tantangan serius untuk mengembangkan ekonomi lokalnya. Kurangnya pemahaman tentang potensi bisnis, keterbatasan dalam menjangkau pasar yang lebih luas, dan minimnya keterampilan teknologi menjadi kendala utama bagi pertumbuhan wirausaha di desa ini.

Terkait dengan hal tersebut, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University turun ke Desa Pulosari untuk membantu kesulitan masyarakat setempat. Hal tersebut sesuai dengan amanah yang wajib diemban oleh Telkom University untuk menjalankan salah satu dari tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan PkM ini dilakukan pada 9 Desember 2023 kemarin di Kantor Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Pulosari, kecamatan pengalengan, kabupaten Bandung. Beberapa Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University yang ikut melaksanakan PkM di sini adalah Yuhana Astuti, S.Si., S.E., M.T., M.Agr., Ph.D., Jurry Hatammimi, S.E., M.M., Ph.D., dan Farah Alfanur, S.Si., M.S.M., M.Eng.

Telekom University
Pemaparan materi oleh salah satu dosen FEB Tel-U mengenai kewirausahaan – (Sumber: DFS/PMN)

Ketiga dosen tersebut merupakan sebuah tim gabungan terdiri dari pakar kewirausahaan dan teknologi dari Telkom University. Mereka bersama-sama merancang program pelatihan kewirausahaan dengan tujuan untuk menginspirasi semangat wirausaha warga di Desa Pulosari dengan mengintegrasikan penggunaan teknologi digital.

Menurut salah satu Dosen Telkom University yang ikut melaksanakan PkM, Yuhana Astuti, program ini tidak sekadar memotivasi dan memberikan pengetahuan tentang memulai bisnis, melainkan jugaSDN Margabakti, menanamkan mindset kewirausahaan, memberikan landasan penggunaan teknologi digital untuk mengembangkan jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan menciptakan inovasi dalam produk atau layanan.

Telekom University
Para perserta pelatihan dari karang taruna dan masyarakat desa Pulosari sedang serius mengikuti jalannya pelatihan – (Sumber: DFS/PMN)

“Masyarakat sasaran dari program ini adalah warga Desa Pulosari, khususnya pemuda karang taruna dan beberapa pelaku usaha. Mereka sangat bersemangat untuk memulai dan mengembangkan usaha mereka,” ungkap Yuhana.

Dosen Telkom University tersebut menjelaskan bahwa para peserta dibekali dengan keterampilan perencanaan bisnis, strategi pemasaran branding, dan juga inovasi digitalisasi yang diperlukan dalam mengelola bisnis mereka.

Peserta diajak untuk memahami potensi teknologi digital dalam memperluas cakupan pasar mereka. Mereka belajar bagaimana menggunakan platform daring untuk pemasaran dan melakukan analisis data sederhana guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih informasional.

“Dengan adanya pelatihan ini, ada beberapa hal yang ingin dicapai. Pertama, pertumbuhan jumlah wirausaha di Desa Pulosari dan peningkatan daya potensi desa dan saing produk lokal di pasar. Kedua, para peserta akan dapat merintis usaha mereka sendiri dengan lebih percaya diri, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan operasional bisnis dan pangsa pasar mereka,” jelas Yuhana.

Dosen Telkom University tersebut berharap dampak dari kegiatan tersebut tidak hanya sekadar pada pengembangan kewirausahaan di Desa Pulosari,  tetapi juga terhadap ekonomi lokal desa secara keseluruhan. Dengan peningkatan pendapatan individu dan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian desa, program ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan kesenjangan ekonomi antara perkotaan dan pedesaan.

“Visi besar dalam program ini adalah tidak hanya menciptakan wirausaha yang sukses secara individual, melainkan juga merangkul potensi kolaborasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Bahkan, hingga tingkat global,” ujar Yuhan.

Dengan pemanfaatan keterampilan kewirausahaan dan pengetahuan tentang teknologi digital, para peserta diharapkan dapat merintis dan mengelola bisnis mereka dengan lebih baik.

“Di masa depan, Desa Pulosari tidak hanya memiliki pengusaha lokal yang tangguh, tetapi juga memainkan peran dalam gerakan menuju visi Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global dengan mengali potensi desa Pulosari,” pungkas Yuhana dengan optimis. (DFS/PMN).

***

Judul: Menumbuhkan Semangat Wirausaha di Desa Pulosari: Meretas Jalan Menuju Global Entrepreneur

Kontributor: DFS/PMN

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button