ArtikelPendidikanPengembangan DiriPratama Media News

Pelatihan Manajemen Penting untuk Meningkatkan Profesionalisme Pengelolaan Masjid

Manajemen Masjid juga merupakan upaya memanfaatkan faktor-faktor manajemen dalam menciptakan kegiatan masjid yang lebih terarah.

Pratama Media News – Pelatihan Manajemen Penting untuk Meningkatkan Profesionalisme Pengelolaan Masjid  – Al Quran sudah menggariskan bahwa masjid diperuntukkan bagi orang-orang bertakwa. Itu berarti menegakkan ketakwaan merupakan asas fundamental dari kehadiran masjid di tengah masyarakat.

Dalam praktek, Rasulullah SAW menempatkan masjid tidak hanya sebagai tempat salat lima waktu, tapi lebih dari itu masjid dijadikan sebagai sebuah pusat peradaban. Artinya, masjid dijadikan pusat pertahanan, pemerintahan, pendidikan, sosial, budaya dan bahkan seni. Dengan kata lain Nabi Muhammad SAW mencontohkan bahwa sebuah masjid merupakan sumber pendorong kemajuan masyarakat di sekitarnya.

Manajemen Masjid adalah proses atau usaha mencapai kemakmuran masjid yang idealnya dilakukan oleh pemimpin pengurus masjid bersama staf dan jemaahnya melalui berbagai aktivitas yang positif. Manajemen Masjid juga merupakan upaya memanfaatkan faktor-faktor manajemen dalam menciptakan kegiatan masjid yang lebih terarah. Oleh karena itu diperlukan pendekatan sistem manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.

Peserta dan penulis saat mengikuti pembukaan pelatihan manajemen masjid di Masjid “Al-Amanah” Kelapa Tujuh, Kotabumi
Peserta dan penulis saat mengikuti pembukaan pelatihan manajemen masjid di Masjid “Al-Amanah” Kelapa Tujuh, Kotabumi, Lampung Utara – (Sumber: Prie/PMN)

Dalam rangka peningkatan kualitas pengelolaan manajemen masjid bagi pengurus masjid, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Lampung Utara melaksanakan Pelatihan Manajemen Masjid dengan tema “Manajemen Aktivitas Ramadan Bagi Pengurus Masjid”. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (12/03/2023) bertempat di Masjid “Al-Amanah” Kelapa Tujuh, Kotabumi, Lampung Utara bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khoiru Ummah Jakarta.

Sesaat sebelum acara dimulai, penulis sempat berbincang-bincang dengan narasumber pelatihan, ustaz Muhammad Ihsan, A.Md. Beliau merupakan alumni Diklat Pelatihan Manajemen Masjid Angkatan I yang diselenggarakan oleh LPPD Khairu Umah Jakarta, pada Minggu, 5 Februari 2023 dengan narasumber ustaz Drs. H. Ahmad Yani. Beliau merupakan ketua lembaga tersebut yang juga mendapat amanah sebagai Ketua Departemen Dakwah Dewan Masjid Indonesia Pusat.

Narasumber pelatihan manajemen masjid, ustaz Muhammad Ihsan, A.Md.
Narasumber pelatihan manajemen masjid, ustaz Muhammad Ihsan, A.Md. – (Sumber: Prie/PMN)

“Bahwa sasaran dari kegiatan pelatihan ini adalah para pengurus masjid. Kegiatan ini oleh kami Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Lampung Utara dengan materi yang InsyaAllah akan kami sampaikan mengenai Ramadan bulan ibadah, pendidikan, dan sosial, kemudian manajemen aktivitas Ramadan, serta problematika dan solusinya,” ujar ustaz Muhammad Ihsan.

Ketika dimintai keterangan mengenai jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini, ustaz Muhammad Ihsan mengatakan ada 24 orang peserta. Mereka merupakan perwakilan dari Masjid Al Ukhuwah, Semuli Raya, Abung Semuli (2 Orang), Masjid Al Manar, Tulung Batuan, Kotabumi (2 Orang), Masjid Al Ikhlas Rejosari Kotabumi (2 Orang), Masjid Ad Dakwah, Kalibening Abung Selatan (2 Orang), dan Masjid Al Amanah Kelapa 7 Kotabumi (1 Orang).

Kemudian Masjid An Nur, Abung Jayo (2 Orang), Masjid Nurus Salam, Tanjung Harapan, Kotabumi (2 Orang), Masjid Al Muhajirin, Bangau V Kelapa 7, Kotabumi (2 Orang), Masjid Al Istiqomah, Sawo Jajar, Prokimal, Kotabumi Utara (2 Orang), Masjid Al Hikmah, Prokimal, Kotabumi (1 Orang), Masjid Al Ghofur, Wonogiri I, Kelapa 7, Kotabumi (1 Orang), Masjid Al Ikhlas, Jalan Jeruk, Kelapa 7, Kotabumi (2 Orang), Masjid Al Mubtadiin, Abung Jayo (2 Orang), dan Musala Al Izzah, Kebon V, Kotabumi (1 Orang).

Wakil Ketua Dewan Dakwah Lampung Utara, Adip Sapto Putranto mewakili ustaz Drs. Hikman Jauhari selaku Ketua Dewan Dakwah Lampung Utara, dalam sambutannya pada pembukaan pelatihan ini menyampaikan permohonaan maaf atas ketidakhadiran ketua pada momen yang sangat berharga ini karena ada urusan keluarga yang mendesak.

Wakil Ketua Dewan Dakwah Lampung Utara, Adip Sapto Putranto
Wakil Ketua Dewan Dakwah Lampung Utara, Adip Sapto Putranto sedang menyampaikan kata sambutan mewakili Ketua Dewan Dakwah Lampung Utara, ustaz Drs. Hikman Jauhari – (Sumber: Prie/PMN)

“Saya menyampaikan permohonan maaf karena beliau saat ini sedang ada urusan keluarga yang mendesak. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus masjid Al Amanah yang telah berkenan memfasilitasi kami tempat untuk pelaksanaan diklat ini. Terima kasih juga kepada inisiator diklat Bapak ustaz Muhammad Ihsan, A.Md. yang telah berkenan untuk membagi ilmunya mengenai manajemen pengelolaan masjid pagi pengurus masjid. Terima kasih juga saya ucapkan kepada peserta pelatihan dan masjid yang telah mengutus para peserta,” kata Adip Sapto dalam sambutannya.

Lebih lanjut Wakil Ketua Dewan Dakwah Lampung Utara tersebut mencontohkan beberapa masjid yang telah memiliki pengelolaan manajemen yang baik, seperti Masjid Al Falah yang berada di Sragen, Jawa Tengah. Para takmir masjidnya dikelola oleh anak-anak muda yang energik. Adip juga berharap pasca mendapatkan pelatihan ini para pengurus masjid dapat mengamalkan ilmunya sehingga masjid-masjid yang ada di Lampung Utara ini dapat lebih maju dan berkembang.

“Untuk itu kepada para peserta pelatihan saya mengharapkan untuk dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius dan memperhatikan dengan seksama semua materi yang nanti akan disampaikan oleh narasumber,” pungkas Adip Sapto yang langsung  membuka secara resmi pelatihan ini.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi pokok oleh narasumber ustaz Muhammad Ihsan, A.Md. Beliau mengawali dengan penjelasan bahwa proses pengelolaan, pengaturan, pengurusan, penyelenggaraan ataupun pembinaan aktivitas keislaman (ibadah) yang dilakukan oleh pengurus beserta jemaah suatu masjid ialah pengertian dari manajemen masjid.

Para peserta pelatihan manajemen masjid tampak serius mendengarkan paparan yang disampaikan oleh narasumber pelatihan, ustaz Muhammad Ihsan, A.Md.
Para peserta pelatihan manajemen masjid tampak serius mendengarkan paparan yang disampaikan oleh narasumber pelatihan, ustaz Muhammad Ihsan, A.Md. – (Sumber: Prie/PMN)

Menurut ustaz Muhammad Ihsan atau akrab disapa ustaz Ihsan, pada dasarnya masjid merupakan tempat bersujud. Namun, tidak terbatas hanya sebagai tempat untuk bersujud (beribadah) saja, masjid juga sebagai salah satu tempat menuntut ilmu (majelis taklim), berdakwah, juga tempat bermusyawarah untuk orang-orang Islam. Hal demikian sebagaimana dalam manfaat dan juga kedudukan yang terdapat di masjid sebagaiamana pada zaman Rasulullah SAW.

“Tiga fungsi utama masjid adalah ubudiyah (tempat peribadatan), ijtimaiyyah (sosial kemasyarakatan), dan tarbiyyah (pendidikan/pembinaan). Oleh karenanya tujuan dari dilaksanakannya pelatihan manajemen masjid ini yakni dalam rangka untuk peningkatan kualitas pengelolaan manajemen masjid bagi pengurus masjid, terutama aktivitas pada bulan Ramadan yang sebentar lagi akan kita jalani,” kata ustaz Muhammad Ihsan dalam pengantar pembukaan pelatihan.

Selanjutnya ustaz Ihsan menjelaskan tentang ubudiyyah pada aplikasi fungsi masjid pada Ramadan. Beliau mengatakan bahwa masjid melalui pengurus hendaknya menyerukan kepada masyarakat sekitar untuk dapat melaksanakan meramaikan masjid dengan salat lima waktu secara berjemaah, melaksanakan salat tarawih, tadarus Alquran (baca dan kaji), dan itikaf 10 hari terakhir.

Kemudian ustaz Ihsan menjelaskan tentang tarbiyyah pada aplikasi fungsi masjid pada Ramadan. Beliau menjelaskan pengurus masjid dapat menjadwalkan tausiah agama sebelum salat tarawih, bada salat Subuh dengan tema variatif, serta dialog keislaman pada waktu menjelang berbuka puasa yang dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama.

Peserta pelatihan manajemen masjid foto bersama narasumber dan pengurus Dewan Dakwah Lampung Utara
Peserta pelatihan manajemen masjid foto bersama narasumber dan pengurus Dewan Dakwah Lampung Utara setelah menerima seritikat pelatihan – (Sumber: Prie/PMN)

Sementara untuk ijtimaiyyah pada aplikasi fungsi masjid pada Ramadan, beliau menjelaskan pengurus masjid membuka ruang kepada jemaah untuk berkomunikasi lebih terbuka dalam hal analisa dan klasifikasi terhadap mustahik zakat, santunan kepada yatim dan duafa, serta memberikan penghargaan kepada jemaah yang berperan aktif.

Menjelang masuknya waktu Zuhur, semua peserta pelatihan istirahat untuk melaksanakan salat Zuhur secara berjemaah, dilanjutkan dengan makan siang bersama. Penyampaian materi dilanjutkan kembali pada pukul 13.30 WIB dan dijadwalkan akan berakhir sampai pukul 15.00 WIB.

Ustaz Ikhwani Wahidin, S.T. selaku Ketua Bidang Diklat dan Pengkaderan, Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia Kabupaten Lampung Utara, ketika ditanya atas harapannya kepada peserta setelah mengikuti pelatihan ini, beliau berharap dengan diadakannya pelatihan manajemen masjid tersebut hendaknya peserta pelatihan dapat mengimplementasikannya melalui berbagai aktivitas yang positif pada masjid sehingga proses atau usaha mencapai kemakmuran masjid yang ideal dapat tercapai. (Prie).

***

Judul: Pelatihan Manajemen Penting untuk Meningkatkan Profesionalisme Pengelolaan Masjid
Penulis: Suprianto (Prie), alumni SMPN 1 Kotabumi Angkatan 1982, Kabupaten Lampung Utara
Editor: JHK

Sekilas tentang penulis

Suprianto (Prie), penulis/pengarang
Suprianto (Prie), penulis/pengarang – (Sumber: koleksi pribadi)

Pengarang dengan nama lengkap H. Suprianto ini lebih lebih dikenal dengan sapaan Prie. Pria hitam manis kelahiran Lampung, 4 April 1966 asal Jawa Tengah ini menjalani prosesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Prie menikah dengan Hj. Rodiah Alhusna atau akrab disapa Iyot, seorang wanita asal Kota Cimahi, Provinsi  Jawa Barat. Dari hasil pernikahan mereka dikaruniai dua orang anak, masing-masing bernama Ridho Gusti yang kini mengemban tugas sebagai aparat kepolisian di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung dan Karima Gusti yang kini mengikuti suami tugas di Kodam V Brawijaya, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Dalam menyongsong masa purna tugasnya sebagai ASN, Pria ini kini mulai aktif kembali menulis kembali, meneruskan hobinya semasa remaja.

***

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button