Asal Mula Ilmu Geofisika
Istilah geofisika sendiri pertama kali dikemukaan oleh Julius Fröbel pada tahun 1834 di Jerman
Asal Mula Ilmu Geofisika, oleh Arya Panji Dwiputra, S.Si. – Geofisika adalah bidang ilmu pengetahuan yang telah lama menjadi perhatian masyarakat. Tujuannya untuk mengetahui, mengelola, dan memanfaatkan apa yang ada di bumi beserta isinya.
Perkembangan dan sejarah geofisika dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu bagaimana umat manusia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan bumi, seperti kejadian pembentukannya, komponen penyusunnya, dan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan bumi.

Faktor lain yang menjadi pendorong perkembangan ilmu geofisika ini adalah keinginan manusia untuk memanfaatkan apa yang ada di perut bumi, seperti mineral dan batu-batuan. Tujuannya untuk kesejahteraan dan kemajuan umat manusia.
Sejarawan mencatat bahwa manusia telah mulai melakukan pengamatan mengenai bumi sejak sebelum tahun masehi. Pada 240 BC, Eratosthenes – seorang matematikawan dari Yunani – mengukur keliling bumi dengan menggunakan ilmu geometri dan juga menghitung jarak dari bumi ke matahari dengan tingkat akurasi yang baik. Terdapat pula beberapa informasi awal mengenai bentuk bumi dari karya salah satu filsuf Aristotle yaitu meteorology dan Strabo yaitu geographica. Mereka berdua juga mencatat hasil pengamatan pada ombak laut dan pengaruh susut dan naiknya air yang berefek seimbang pada belahan bumi lainnya.
Eksperimen yang berkaitan dengan geofisika dilakukan pada tahun 1600 oleh William Gilbert yang dimuat dalam bukunya berjudul “De Magnete”. Ia berkesimpulan bahwa kompas selalu mengarah ke Utara – dan Selatan – karena bumi sendiri bersifat magnet yang menyebabkan ujung kompas tertarik pada kutub bumi.

Lalu pada tahun 1687 Isaac Newton merilis karyanya yang berjudul “Principia” yang berisi tentang gravitasi dan mekanika klasik. Ia juga menjelaskan fenomena geofisika seperti bagaimana ombak terjadi. Banyak pula penelitian lainnya yang dilakukan pada masa itu, seperti mengenai bentuk bumi, massa jenis, medan graviti, seismologi, dan lainnya.
Istilah geofisika sendiri pertama kali dikemukaan oleh Julius Fröbel pada tahun 1834 di Jerman. Memang sebelumnya geofisika dianggap sebagai bidang ilmu pendukung. Baru setelah beberapa dekade kemudian, beberapa peneliti mulai memfokuskan penelitian mereka pada bidang ilmu ini dengan diterbitkannya Journal of Geophysical Research pada tahun 1896.

Dua tahun kemudian, institut geofisika pertama dibentuk di University of Göttingen. Sebuah wadah internasional geofisika pun dibentuk dengan nama “International Union of Geodesy and Geohysics” pada tahun 1919.
Geofisika menjadi cabang ilmu sendiri dan diaplikasikan untuk eksplorasi bumi dan kebutuhan lainnya pada abad ke-20 hingga sekarang. Ilmu dasar geofisika pun dikembangkan dan dijadikan berbagai metode berbasis bumi dan fisika untuk mengetahui dan memanfaatkan isi bumi dan lautan. Bidang ilmu ini juga diaplikasikan untuk kebutuhan sosial seperti mencari mineral, mitigasi bencana, dan untuk menjaga serta melestarikan lingkungan.
***
Judul: Asal Mula Ilmu Geofisika
Penulis: Arya Panji Dwiputra, S.Si.
Editor: JHK
Tentang Penulis:
Penulis adalah sarjana geofisika lulusan Jurusan Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Saat ini sebagai anggota tim peneliti pembuatan alat instrumentasi perekam getaran tanah di Unpad Bandung.








