Jenis dan Macam Logika Menurut Mgs. Extrix Mangkepriyanto, S.H.
Jenis dan Macam Logika Menurut Extrix Mangkepriyanto, S.H. – Suatu hal yang berbaur dengan suatu pemikiran merupakan bagian dari suatu pengetahuan tentang logika. Dalam suatu ilmu pengetahuan, logika sangat dibutuhkan oleh beberapa bidang ilmu pengetahuan.
Logika adalah ilmu yang mempelajari tentang suatu pengetahuan yang membuat suatu penalaran dengan pemikiran yang di luar konteks berlaku dan suatu hal – hal yang dengan pandangan menemukan kebenaran dari pengetahuan yang telah ada dan telah di pelajari, atau terlepas dengan pandangan ilmu pasti.
Logika sendiri merupakan ilmu pengetahuan yang dikaitkan tentang pemikiran dan nalar seorang dalam mengetahui suatu temuan yang lebih cepat dan pasti. Kebanyakan orang yang berpikir dengan logika selalu menggunakan otak kiri yang lebih dominan dan otak kanan yang lebih transparan. Dengan menggunakan otak kiri, mereka kaum logika dapat menggunakan dengan cepat dan para pengguna logika lebih kepada penegas suatu kesimpulan yang baku.
Dari logika, banyak macam temuan yang dapat dicari titik kebenarannya dari segala aspek yang berlaku. Pengendalian logika sendiri tidak terlepas dari filsafat. Akan tetapi, logika ini merupakan struktur ilmu yang kebanyakan cara penerapannya tidak memakan waktu lama karena logika digunakan dengan cepat dalam suatu pemikiran yang terjadi.

Jenis – Jenis logika menurut Extrix Mangkepriyanto.
Jenis logika yang dibuat oleh Extrix Mangkepriyanto dilihat dari kebutuhan abad XX sekarang ini, dibagi menjadi delapan bagian:
Pertama, logika ilmu. Logika ilmu adalah suatu pemikiran yang mencari kebenaran atas ilmu-ilmu yang telah ada sebelumnya, apakah dengan ilmu tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya pada masa sekarang dan pada masa yang akan datang, serta dapat mengaitkan ilmu pengetahuan yang terdahulu.
Kedua, logika matematika. Logika matematika adalah suatu pemikiran yang mencari kebenaran atas suatu ilmu pengetahuan dibidang perhitungan dengan melihat apakah dengan perhitungan tersebut dapat menemukan cara yang tepat untuk mencapai hasil dari perhitungan yang pasti dan yang akurat tentang kebenarannya.
Ketiga, logika fisika. Logika Fisika adalah suatu pemikiran yang mencari kebenaran atas apa yang menjadi bahan objek unsur-unsur yang absolut untuk dapat kepastian dari kebenaran hasil temuan yang telah ada dan dicari bagaimana terjadi dan mencari hasil yang baik lagi dari unsur-unsur keabsolutan tersebut.
Empat, logika hukum. Logika hukum adalah suatu pemikiran yang mencari kebenaran atas apa yang menjadi objek dan subjek dari aturan-aturan dalam suatu masalah tindakan kejahatan dan pelanggaran yang telah di terapkan dan mempelajari sisi lain dari aturan-aturan tersebut yang dapat berguna dalam suatu aturan yang berlaku seperti yang tertuang dalam undang-undang.
Lima, logika ekonomi. Logika ekonomi adalah suatu pemikiran yang mencari kebenaran atas apa yang menjadi suatu bagian dari aspek perencanaan dari segi kehidupan dan pemenuhan kebutuhan kehidupan.
Enam, logika sosial. Logika sosial adalah suatu pemikiran yang mencari kebenaran atas suatu temuan di dalam lingkungan dan sekeliling pada masyarakat guna mendapatkan pemikiran kebenaran yang baku untuk berbaur pada lingkungan masyarakat pada umumnya.
Tujuh, logika alam. Logika alam adalah suatu pemikiran yang mencari kebenaran atas apa-apa yang menjadi titik awal dan balik dari kejadian yang berada di alam semesta dengan mencari dan membandingkan hingga mendapatkan suatu yang baru dari hasil pemikiran pencapaian kebenaran dengan apa yang sudah ada di alam semesta ini.
Delapan, logika agama. Logika agama adalah suatu pemikiran yang mencari kebenaran untuk dapat mengetahui cara kita dalam pemahaman dapat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa yang lebih baik lagi. Dengan beberapa pemahaman yang pada umumnya bahwa setiap agama itu benar yang mana setiap agama itu bertujuan masuk surga dan menghindari masuk neraka.
Macam-macam logika menurut Extrix Mangkepriyanto.
Macam-macam logika menurut Extrix Mangkepriyanto dibagi lima bagian sebagai berikut :
Pertama, logika nalar. Logika nalar adalah bagian dari pemikiran terhadap nilai kebenaran yang lebih kepada kecepatan dalam mengingat dan memecahkan permasalahan secara cepat.
Kedua, logika kepastian. Logika kepastian adalah bagian dari pemikiran yang mencari suatu kebenaran atas apa yang di anggap pasti dan layak dilakukan dan dimengerti. Dalam pemikiran tersebut tidak ada pertentangan pemahaman dan meliputi bahwa bila dilakukan dapat menimbulkan suatu gagasan sukses dalam terapannya.
a. Kepastian ilmu pengetahuan. Kepastian ilmu pengetahuan adalah bagian dari logika kepastian yang lebih kepada pendekatan pemahaman pikiran tentang ilmu pengetahuan, yang mana bila mencari suatu nilai kebenaran bahwa setiap ilmu pengetahuan tersebut mempunyai faedah dan manfaat bila diterapkan dan dipahami dan juga dikoreksi. Dengan mengingat bahwa mendapatkan nilai pasti dalam penerapan ilmu pengetahuan tersebut.
b. Kepastian kepatutan. Kepastian kepatutan adalah bagian logika kepastian ini merupakan bagian dari suatu logika yang kepatutan atau logika yang dicari sumber data yang dapat membantu pemikiran yang dirumuskan tersebut agar didapat fakta yang akurat kebenarannya.
c. Kepastian kesempatan. Kepastian kesempatan adalah bagian dari ilmu logika yang merupakan bagian dari logika yang pemikiran tersebut mengarah kepada suatu tindakan yang dapat menjadi masukan dari pemikiran- pemikiran baru agar dapat di laksanakan dan dilakukan dari pemikiran baru ditemukan tersebut.
Ketiga, logika penelitian. Logika penelitian adalah merupakan suatu pemikiran yang mengarahkan kepada bidang suatu kealamiahan yang meliputi penelitian atau kealamiahan yang diteliti atau pemikiran yang mencari hal-hal yang baru baik dari suatu pembelajaran yang lama sampai temuan pemikiran untuk menggali suatu pemikiran kealamiahan yang baru.
a. Penelitian teoritis. Penelitian teoritis adalah suatu bagian dari bidang logika yang mengarah kealamiahan secara teoritis atau yang bersifat ilmu teori-teori dengan teori yang muncul tersebut dapat memahami kealamiahan yang menjadi objek dan subjek yang diteliti.
b.Penelitian buku. Penelitian buku adalah suatu bidang logika yang menjadikan suatu objek dan subjek dari pemikiran kealamiahan dalam sebuah buku yang menjadi bahan untuk dikupas menjadi objek dan subjek yang diteliti. Objek dan subjek dari penelitian ini merupakan bagian dari karya-karya ilmiah yang sudah menjadi naskah dan buku-buku sesuai dengan apa yang diteliti.
c. Penelitian pola hukum. Penelitian pola hukum adalah merupakan bagian suatu penelitian yang mengarah kepada suatu tingkat aturan-aturan yang mengikat pada suatu penelitian. Di sini penelitian didapat karena suatu objek dan subjek yang diteliti mendapat perlindungan dari keamanan dan banyak support dari suatu keamanan dalam suatu penelitian yang diteliti.
d. Penelitian pola ekonomi. Penelitian pola ekonomi adalah merupakan bagian dari suatu penelitian yang mengarah kepada suatu tingkat aturan-aturan yang lebih kepada suatu support bidang ekonomi atau lebih kepada penyediaan apa-apa yang di butuhkan dalam suatu penelitian. Bahan-bahan tersebut merupakan dana dari keperluan bahan – bahan yang akan dan diteliti.
Keempat, logika alamiah. Logika alamiah adalah suatu pemikiran yang terarah dalam bagian yang lebih kepada hal-hal yang lebih kepada suatu bahan-bahan atau objek yang didapat dari hal yang alamiah. Pemikiran untuk memecahkan dan merumuskan suatu objek penelitian agar dapat digunakan oleh pihak tertentu dan pihak per kelompok.
a. Logika bagian alami para ahli. Logika bagian alami para ahli adalah suatu pemikiran tentang suatu objek yang diteliti dari hasil temuan ahli dalam bidangnya dengan penelitian didapat sendiri dalam suatu temuan. Dengan didapat suatu objek yang menjadi bahan penelitian maka para ahli dapat menyimpulkan dari objek temuan tersebut.
b.Logika bagian alami ilmu pengetahuan. Logika bagian alami ilmu pengetahuan adalah suatu pemikiran tentang suatu objeknya didapat dari sisi ilmu-ilmu pasti yang mana didapat dengan cara penelitian dan diteliti serta dikaji ulang agar dapat menjadi rumusan baku dan dapat digunakan sebagai mana mestinya. Dengan pemikiran yang didapat tersebut suatu pemikiran yang berporos pada bidang ilmu pengetahuan dapat berpotensi berguna pada bidang penelitian yang di dapat dari pemikiran tersebut.
Kelima, logika perhitungan. Logika perhitungan adalah suatu pola pemikiran yang didapat dari kematangan dalam melakukan nalar hitung menghitung. Penemuan dalam pemikiran tersebut dapat mempermudah dan mempersingkat dalam hal hitung menghitung dengan demikian setiap pemikiran tersebut lebih mempermudah dalam melakukan suatu hitung menghitung.
a. Perhitungan tambah. Perhitungan tambah adalah suatu bagian dari pemikiran tentang temuan mendapatkan dan mencari rumusan untuk dapat mempermudah dalam hal hitung hitungan pada objek tambah menambah untuk rumusan dari sisi hitung menghitung.
b. Perhitungan bagi. Perhitungan bagi adalah suatu bagian dari pemikiran tentang temuan mendapatkan dan mencari rumusan untuk dapat mempermudah dalam hal pembagian pada objek bagi membagi untuk dapat rumusan dari sisi hitung menghitung.
c. Perhitungan kurang. Perhitungan kurang adalah suatu bagian dari pemikiran tentang temuan mendapatkan dan mencari rumusan untuk dapat mempermudah dalam hal kurang mengurang pada objek pengurangan untuk dapat rumusan dari sisi hitung menghitung.
d. Perhitungan kali. Perhitungan kali adalah suatu bagian dari pemikiran tentang temuan mendapatkan dan mencari rumusan untuk dapat mempermudah dalam hal perkalian pada objek kali mengali untuk dapat rumusan dari sisi hitung menghitung.
e. Perhitungan akar kuadrat. Perhitungan akar kuadrat adalah suatu bagian dari pemikiran temuan mendapatkan dan mencari rumusan untuk dapat mempermudah dalam hal akar kuadrat pada objek akar-akar untuk dapat rumusan dari sisi hitung menghitung.
***
Judul: Jenis dan macam Logika Menurut Mgs. Extrix Mangkepriyanto, S.H.
Penulis: Mgs. Extrix Mangkepriyanto, S.H.
Editor: JHK
Sekilas tentang penulis:
Mgs. Extrix Mangkepriyanto adalah penemu konsep teori pemisahan kekuasaan Catur Pemerintahan Berdaulat dan penulis buku “Eksekutif, Legislatif, dan Serta Catur Pemerintahan Berdaulat”, buku “Hukum Pidana dan Kriminologi”, dan buku “Kriminologi, Viktimologi, dan Filsafat Hukum (KVFH)”, serta buku berjudul “Trias Politica, Catur Pemerintahan Berdaulat, Pidana dan Perdata terhadap Konstitusi Negara”.

Selain menulis buku hukum dan politik, Mgs. Extrix Mangkepriyanto juga pernah menulis buku sastra berjudul “Berjuang dengan Cinta”. Buku tersebut banyak mengupas tentang sepak terjangnya dalam mengarungi kehidupan dan percintaannya.
Pada 2008 Mgs. Extrix Mangkepriyanto mulai kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Rahmaniyah Sekayu (STIH-R Sekayu) sampai 2012. Kemudian ia pindah kuliah ke Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda Palembang (STIHPADA Palembang) dari 2012-2014 sampai memperoleh gelar Sarjana Hukum (S.H.).
Pria asal Sekayu, Sumatera Selatan ini sempat melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Muhammadiay Palembang selama setahun (2016-2017). Namun, pendidikan S-2 tersebut tidak sempat diselesaikannya karena terkendala biaya dan faktor lainnya.








