ArtikelFeaturesPengembangan DiriPratama Media News

Si Pemimpi Introvert

Artikel ini ditulis oleh Raihan Athaya Darmawan, mahasiswa S-1 Jurusan Sastra Inggris Bidang Penerjemah Universitas Terbuka (UT) Bandung dan merupakan salah satu tugas dari Pelatihan Menulis Artikel yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) “Penalaran dan Keilmuan” atau biasa disingkat “PEKA” UT Bandung

Pratama Media News – Si Pemimpi Introvert – Mungkin kisah ini tak seindah beberapa teman-teman lainnya, tetapi karena ada yang ingin mengenal saya maka akan saya berikan kisah kenapa saya terkadang disebut “pendiam”. Mungkin juga beberapa orang menyebut saya sebagai anak “aneh”. Ya, apa salahnya  jika saya seorang pemimpi akut? Terkadang itulah yang membuat saya menjadi Intro dibanding Ekstro.

Nama saya Raihan Athaya Darmawan. Ya, saya adalah seorang mahasiswa Jurusan S-1 Sastra Inggris Bidang Penerjemah dari Universitas Terbuka (UT) dan anak kedua dari dua bersaudara.

Kenapa saya memilih Sastra Inggris? Bisa dibilang saya ini sudah mulai menyukai bahasa Inggris sejak kecil, kalau tak salah sewaktu saya pertama kali menonton film malam di TV tabung. Film pertama yang saya tonton adalah bagian akhir dari film “Titanic”. Yap, film untuk penonton yang berumur 13 tahun ke atas. Enggak tahu saja karena saya waktu itu masih balita (bawah lima tahun) dan itu pun pas saya lagi tidur.

gadis introvert
Ilustrasi gadis introvert – (Sumber: introvertdear.com)

Beberapa tahun kemudian, tepatnya saat kelas lima Sekolah Dasar (SD), saya masih belum benar-benar berminat mempelajari bahasa Inggris, tapi setelah saya mempunyai PlayStation 2 pemberian sepupu, akhirnya saya jadi berminat mempelajarinya. Saya dengarkan sekaligus juga praktek mengucapkan bahasa Inggris dari beberapa game yang memakai subtitle dan juga voice character.

Berkat itu, Bu Yuli – guru bahasa Inggris saya waktu masih SD – bilang kalau pengucapan bahasa Inggris saya itu sangat bagus dan beda dari temen-temen kelas yang lainnya. Sejak itu Bu Yuli mengajak saya jadi MC acara perpisahan sekolah dengan memakai bahasa Inggris dan saya jadi sangat suka bahasa Inggris.

Selain menjadi MC, saya juga mendapat hadiah radio berbentuk mobil. Haaah, itu sudah lama sekali sampai akhirnya sepupu perempuan saya datang dan merusak hadiah terpenting saya. Saat itu hati saya sangat sakit dan kecewa.

Kembali lagi dari zaman saya duduk di Taman Kanak-kanak (TK), saya dulu disebut anak “cengeng” karena suka menangis jika ada masalah ataupun ada anak lain yang menjahili saya. Bahkan, sampai kelas 5 SD pun saya masih suka menangis karena di-bully atau penyebab lainnya.

gadis introvert
Ilustrasi gadis introvert – (Sumber: introvertdear.com)

Saya pikir sejak lulus SD hidup saya menjadi lebih berwarna. Namun,  keadaan itu dihempas lagi dengan isu yang tidak sedap karena saya disebut “anak aneh”. Saya pernah mencoba melapor pada para guru, tetapi akhirnya mereka menganggapnya wajar. Hal ini tentu saja membuat saya kecewa sehingga saya pun mulai tutup mulut dan menjadi seorang introvert (pendiam).

Setelah lulus SMP, saya pikir saya bisa masuk ke SMA Negeri 11 Bandung, tempat ibu saya dulu pernah sekolah. Namun, karena nilai saya kurang, saya tidak diterima bersekolah di sana, melainkan di SMA Kemala Bhayangkari.

Saya pernah bermimpi jika bersekolah di SMA Kemala Bhayangkari ini maka nantinya saya bisa menjadi polisi. Namun, kenyataannya ternyata tidak seperti yang saya harapkan. Oleh karena itu saya mempunyai mimpi lain yaitu suatu hari nanti ingin menjadi seorang penulis novel ternama.

gadis introvert
Ilustrasi gadis introvert – (Sumber: introvertdear.com)

Sejak memasuki SMA, bisa dibilang kehidupan saya cukup berwarna, meskipun akhirnya ego mulai menyuramkan saya kembali. Suatu hari, saat saya melakukan ujian praktek seni budaya dengan menampilkan theater. Teman-teman satu kelas  memiliki ide ingin menggabungkan suasana tradisional kerajaan dengan suasana modern kota. Saat itu saya tidak setuju dan menentang ide mereka, tapi teman-teman tidak mau mendengarkan pendapat saya dan mereka tetap melaksanakannya.

Namun, akhirnya saya baru menyadari kalau hasil pentas kami ternyata sangat mengecewakan. Kelas yang saya tempati yaitu kelas IPA penampilannya sangat buruk. Sejak itu saya kembali berubah menjadi seorang “introvert”.

Saya berteman dengan beberapa orang yang saya percaya, meskipun mereka itu adik kelas, kakak kelas, ataupun siswa dari sekolah lain. Cukup banyak kenangan pahit yang terjadi pada beberapa orang di luaran sana, tapi tidak mungkin saya ceritakan satu persatu.

Meskipun saya ini seorang pemimpi, tetapi kalau mulut bicara sesuai realita. Hal itulah yang membuat saya merasa ragu dan takut untuk Kembali berpendapat dan berkomunikasi dengan orang lain.

gadis introvert
Ilustrasi gadis introvert – (Sumber: introvertdear.com)

Kembali lagi soal mimpi saya ingin menjadi seorang penulis novel. Dulu sewaktu masih SMP, saya menyukai serial kartun Amerika dan juga serial anime Jepang. Lambat laun dari membaca sebuah komik dan juga menonton lewat warnet, akhirnya saya bertekad ingin menulis karangan bertema fantasi ataupun romansa. Namun, selalu saja ada halangan yang menghadang. Misalnya mood yang kurang baik, lingkungan yang tidak memadai, dan juga sebuah plot naskah cerita yang terhambat.

Lingkungan yang tidak memadai yaitu saya tak bisa mengerjakan apapun jika berada di sekeliling orang. Bahkan, berada di lingkungan keluarga saya sendiri. Saya merasa seperti diawasi. Jika kebetulan saya melakukan sesuatu hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, pasti langsung heboh. Seketika rasa percaya diri saya langsung jatuh berantakan bak sebuah piring kaca yang terhempas ke lantai.

Namun, saya tak menyerah untuk menulis sebuah kisah lainnya. Ya, meskipun baru menulis pada bagian prolog dan bab 1, tapi saya tak menyerah dalam menulis. Saya tetap bersemangat.

Uniknya, saya lemah dalam menulis sebuah proposal, meskipun pernah diajari sejak SMA. Saya masih tak paham bagaimana menulis proposal, termasuk juga  dalam menulis artikel dan skripsi. Saya berharap bisa segera mempelajari kelemahan saya tersebut sehingga saya tidak ketinggalan lagi.

Selain ingin menjadi penulis novel, saya juga punya mimpi lain yaitu ingin menjadi seorang gamers. Miawaug adalah salah seorang gamers yang menginspirasi saya. Dia membawakan konten games dengan sopan dan menghibur. Saya jadi kepikiran untuk membuat konten yang sama seperti dia karena kesukaan saya terhadap games.

Beberapa tahun berlalu dan pada 2021, saya mengenal Virtual YouTuber atau disingkat Vtuber, yaitu sebuah gambar beranimasi yang melakukan live streaming setiap bulannya. Itu memberi saya semangat lagi untuk mencapai apa yang saya inginkan.

Saya berharap saja bisa melakukan semuanya, tapi untuk sekarang ini saya harus banyak belajar lagi tentang komunikasi secara verbal (berbicara) pada semua orang dengan baik, lancar, dan benar. Begitu pun dengan berbahasa Inggris.

Mungkin segini saja dulu kisah tentang pribadi saya. Sengaja saya membuka semuanya di sini agar hati saya yang resah bisa kembali tenang.

***

Penulis: Raihan Athaya Darmawan
Judul: Si Pemimpi Introvert
Editor: Jumari Haryadi

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button