ArtikelPratama Media NewsProfilSastra

Intan Gadis Manis Penyuka Kismis yang Sukses Merintis Karir

Intan Gadis Manis Penyuka Kismis yang Sukses Merintis Karir – Bisakah kamu membayangkan hidup tanpa mempunyai mimpi? Tentu tak banyak orang yang  mampu melakukannya. Namun, berbeda dengan wanita bernama lengkap Intan Mutia Rizki Putri.  Wanita manis berasal dari Kota Hujan, Bogor ini sangat menyukai kismis, tapi tidak menyukai kisah mistis.

Tak perlu mempunyai mimpi besar untuk membawa Intan bekerja sebagai Kepala Promosi Kesehatan dan Pemasaran di salah satu rumah sakit yang berada di Bogor. Hal itu bukan serta merta didapatnya dengan sebuah bermimpi. Semua terjadi mengikuti takdirnya.

Intan gadis manis
Intan dan teman-temannya saat sedang rehat di daerah Sentul, Bogor (sumber: Intan Mutia R.P.)

Jauh sebelumnya, Intan pernah bekerja sebagai asisten dosen ketika ia masih duduk di bangku kuliah semester VII Universitas Gunadarma, Depok. Hal itu juga yang membuatnya menjadi Dosen Muda di Bina Sarana Informatika (BSI) Triguna Bogor (2013) dan STIE Triguna Bogor (2016), di samping pekerjaannya di rumah sakit.

Intan dengan senyumannya yang khas (sumber: Intan Mutia R.P.)

Selain itu Intan juga pernah mengikuti pendidikan berbagai informal untuk menunjang karirnya,  di antaranya mengikuti Pendidikan Web Master Pro Plus di Baba Studio, Jakarta (2018); Branding Badan Publik dengan Digitalisasi di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta (2018); Desktop Publishing di Soteria, Jakarta (2019); dan  Sertifikasi Kehumasan nasional di London School Public Relation, Jakarta (2020).  Beberapa hal tersebut turut membuat karirnya semakin berkilau.

Bagi Intan, kita gak harus percaya dengan mimpi karena tanpa kesungguhan, tekad yang kuat, ikhtiar, dan kerja keras, serta doa maka mimpi hanya akan menjadi mimpi. Dampaknya membuat oang yang memimpikannya menjadi tak sadar dari tidurnya sehingga ia terbangun dan sadar bahwa mimpinya patut diperjuangkan. Mimpi tanpa usaha hanyalah khayalan semata.

 

Intan dengan moto hidupnya yang mengalir disertai usaha dan doa, membuat pencapaian-pencapaian kecil yang dilakukannya tercapai. Apalagi ditambah dengan passion yang seimbang dengan pekerjaan, membuat apapun yang ia lakukan menjadi sangat menyenangkan untuk di jalani.

Pekerjaan yang dijalani dengan kesungguhan hati dan semangat juang yang tinggi membuat Intan terus meraih pencapaiannya hingga kini dan nanti.

***

Editor: JHK

Judul: Intan Gadis Manis Penyuka Kismis yang Sukses Merintis Karir

Penulis: Jiebon Swadjiwa

Profil penulis:

Pemuda yang mempunyai nama lengkap Suwaji, biasa dipanggil dengan nama Aji atau teman-temannya sering memanggil dengan nama Jiebon. Ia lahir di Jakarta pada 9 September 1994. Sejak kecil ia sudah menyukai bidang seni dan bercita-cita ingin menjadi seorang penulis dan sutradara film. Cita -cita itu lahir sejak percakapannya dengan seorang sutradara yang sempat shooting di dekat tempat tinggalnya. Saat itu sang Sutradara bertanya, “Apa impianmu?”

Jiebon Swadjiwa
Suwaji (Sumber: Pratama Media News)

Perjuangan panjang dalam menemukan impian dan passion-nya, sempat membuatnya hampir patah semangat. Namun, ketetapan hatinya semakin kuat untuk menekuni dunia kepenulisan. Buku pertamanya terbit pada 2019 dengan judul “Mengajak Sajak Sejenak”.

Beberapa tulisan Jiebon Swadjiwa yang pernah dimuat di media cetak, “Tertinggal Aku” pada 2018 di Koran Pikiran Rakyat dan “Tik Tak Tik Tak Irama Rinduku” pada 2018 di koran yang sama. Beberapa karya juga pernah terbit di media digital, seperti “Misteri Pesan Gaib di Balik Mimpi”, “Menguak Misteri Makam Nenek Dalam Mimpi”, dan “Kisah Tak Sehari”.

Tulisannya pun beberapa kali mendapatkan apresiasi pada perlombaan tingkat nasional, seperti “Sendiriku bersama-Mu” (2019) dan “Jendela Tua” (2019). Beberapa karya tulisnya yang pernah dibukukan di antaranya kumpulan puisi berjudul  “Hujan di Sela Elegi Hati” (2019), “Menenun Hujan” (kumpulan Puisi bersama Sapardi Djoko Damono), “Katakanlah Dengan Satu Bahasa Saja” (2019), “Kita, Kata, dan Kota” (kumpulan puisi bersama Aan Mansyur dan Faisal Odang), “Cahaya Malam Seribu Bulan” (2019), dan “Terbang dalam Deen Assalam” yang ditulisnya bersama Nissa Sabyan.

Reporter nasional Pratama Media News yang memiliki postur tinggi 170 Cm ini sekarang sedang giat untuk menyelesaikan beberapa novel fiksi sebagai wadah untuk menyalurkan jiwa kepenulisannya. Cerita-ceritanya terinpirasi dari mimpi, orang-orang yang dikenal, dan peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Selain hobi menulis, Aji juga menekuni dunia digital desain, menggambar manual, dan fotografi.

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button