Senam Terapi Ling Tien Kung Mampu Sembuhkan Berbagai Penyakit
Olahraga senam terapi “Ling Tien Kung” yang berasal dari Surabaya ini diciptakan oleh Fu Long Swie, mantan atlet nasional pada era 1960-an.
Senam Terapi “Ling Tien Kung” Mampu Sembuhkan Berbagai Penyakit – Pola hidup sehat perlu kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari agar fungsi tubuh dapat tetap terjaga dengan baik. Selain mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup, kita juga sebaiknya melakukan olahraga secara teratur. Salah satu olahraga yang saat ini sedang digandrungi oleh berbagai kalangan adalah senam terapi “Ling Tien Kung”.
Olahraga senam terapi “Ling Tien Kung” yang berasal dari Surabaya ini diciptakan oleh Fu Long Swie, mantan atlet nasional pada era 1960-an. Semula olahraga yang memiliki motto “Making People Healthy” ini dipraktikkan di pinggir jalan Perumahan Central Park, Mulyosari, Kota Surabaya.
Senam terapi ini banyak diikuti oleh orang yang sudah lanjut usia (lansia). Namun, olahraga ini juga baik diterapkan untuk anak-anak muda. Senam ini sangat bermanfaat sebagai terapi kesehatan dan juga terbukti mampu menyembuhkan berbagai penyakit, seperti hipertensi, vertigo, migrein, kolestrol, saraf kejepit, asam urat, diabetes, dan lain-lain.

Gerakan senam ini dilakukan secara bertahap, dimulai dengan gerakan dasar untuk penyembuhan, peremajaan tubuh, dan penyempurnaan. Dengan melakukan tiga tahapan ini badan menjadi lebih sehat dan bugar.
Masing-masing gerakan mempunyai manfaat yang berbeda-beda, seperti terapi empet-empet anus dan jinjit-jinjit yang dapat menurunkan hipertensi pada lansia. Tentu saja harus dibarengi juga dengan menjaga pola hidup sehat dan berolahraga secara rutin agar kondisi badan menjadi sehat dan bugar.
Salah satu tempat berolahraga yang menerapkan senam terapi “Ling Tien Kung” di Kabupaten Lampung Utara adalah Sasana Ling Tien Kung “Lampung Say”.

“Senam ini kami adakan di tempat ini setiap Rabu dan Minggu, mulai pukul 06.00 WIB sampai selesai,” ujar Lenny Amora, salah seorang instruktur senam “Ling Tien Kung” yang juga menjabat sebagai Ketua Sasana Ling Tien Kung “Lampung Say” Kotabumi, Lampung Utara.
Salah seorang peserta senam tersebut adalah Ratu Bangsawan (67). Pria yang beralamat di Jalan Wijaya Kesuma, Kotabumi ini rutin melakukan senam. Sebelumnya dia pernah mengidam panyakit asam urat, kolestrol, vertigo, maag, darah rendah, dan dahak akut.
Menurut Ratu Bangsawan, saat penyakitnya sedang kambuh, mau pamit saja dari kursi pelaminan ketika sedang melaksanakan pesta pernikahan bukan main susahnya, “Saya minum obat sebanyak tiga sampai empat kali, hilang rasa sakitnya. Namun, tidak lama kemudian penyakitnya kambuh lagi. Alhamdulillah setelah mengikuti senam Ling Tien Kung penyakit saya berangsur-angsur sembuh.”
Apalagi sejak Ratu Bangsawan menjadi instruktur senam, kondisi fisiknya jauh lebih baik. Pria tua yang ramah ini lulus menjadi instruktur senam Lien Ting Kung pada oktober 2016 lalu. Bahkan, sampai sekarang dirinya tetap menjadi instruktur senam.
Peserta senam terapi lainnya adalah Daviliana. Wanita lansia berusia 63 tahun yang beralamat di Sindang Sari ini mempunyai delapan cucu dan lima anak (tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan). Dia baru mengikuti senam ini selama lebih kurang tiga bulan. Menurutnya, sejak ikut senam ini sudah merasakan perubahan terhadap penyakit yang dialaminya yaitu sakit kepala, badan pegal-pegal, dan badan cepat lelah.
Sementara itu peserta lainnya yaitu Diana (45) yang sudah mengikuti senam ini selama 3 tahun mengaku kini badannya terasa lebih bugar dan tidak mudah mengantuk. Pendapat lainnya berasal dari Mariana yang sudah mengikuti senam ini selama satu tahun. Semua dia menderita penyakit asam urat dan kolestrol, tetapi kini kondisi kesehatannya semakin sehat dan lebih bugar.



Pendapat lain datang dari peserta senam bernama Nelis (52). Dia sudah tiga tahun mengikuti senam terapi ini secara rutin setiap Rabu dan Minggu pagi. Kini dia merasa badannya menjadi lebih sehat dan bugar. Pada awalnya dia menderita penyakit saraf kejepit, asam urat, dan kolesterol. Namun, penyakit tersebut sekarang sudah sembuh.
Peserta senam lainnya yang lebih senior adalah Zainal Abidin. Dia sudah mengikuti senam ini selama empat tahun.
“Senam terapi ini sangat bagus untuk kesehatan. Ada perubahan pada tubuh saya. Kini rasanya menjadi lebih baik, lebih sehat, dan badan terasa bugar. Saya berharap agar senam ini dapat berkelanjutan dan terus disosialisasikan, baik untuk kalangan lansia maupun untuk anak muda. Semoga senam terapi Ling Tien Kung di kotabumi Lampung Utara ini tetap jaya,” pungkas Zainal.
***
Penulis: Yurita Viviyani
Editor: JHK








