Universitas Telkom Dorong Kemandirian Santri melalui Kewirausahaan dan Statistik
PRATAMA MEDIA NEWS (PMN), Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/06/2026) – Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, Universitas Telkom kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) di bidang manajemen bisnis. Pada kegiatan kali ini, program difokuskan pada pelatihan kewirausahaan dan statistika untuk meningkatkan kemampuan riset santri tingkat SMA di Era Digital.
Kegiatan Abdimas tersebut dilaksanakan di PPTQ Nurul Hasna Hidayatullah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, pada Jumat, 12 Juni 2026, sebagai upaya membekali santri dengan wawasan kewirausahaan serta kemampuan dasar dalam memanfaatkan data untuk mendukung pengambilan keputusan usaha.
Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan dan karakter yang kuat, tetapi juga mampu menghadapi perkembangan sosial dan ekonomi yang semakin dinamis.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, santri perlu dibekali keterampilan praktis agar mampu melihat peluang, beradaptasi, serta membangun kemandirian ekonomi pada masa mendatang. Salah satu keterampilan tersebut adalah kewirausahaan yang dipadukan dengan kemampuan memahami dan memanfaatkan data sederhana dalam pengambilan keputusan.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Telkom melaksanakan pelatihan mengenai kewirausahaan dan pemahaman dasar statistik dengan pemateri yaitu Dr. Nurvita Trianasari, S.Si., M.Stat dan Farah Alfanur, S.Si., MSM., M.Eng.

Pelatihan kewirausahaan memberikan pemahaman mengenai konsep dasar kewirausahaan, identifikasi ide dan peluang usaha, hingga pemasaran digital. Para santri diajak memahami bahwa peluang bisnis dapat bermula dari kebutuhan sederhana yang ditemukan di lingkungan sekitar. Mereka juga diperkenalkan pada pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi dan promosi, sehingga teknologi tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat menjadi alat produktif untuk mengembangkan usaha.
Hal yang membedakan kegiatan ini dari pelatihan kewirausahaan pada umumnya adalah adanya pengenalan statistik dasar sebagai bagian dari kemampuan menjalankan usaha. Santri diperkenalkan dengan konsep dasar statistik dan data serta pentingnya hal tersebut dalam pengembangan usaha. Materi tersebut kemudian dikaitkan langsung dengan situasi bisnis.
Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai cara memulai dan memasarkan sebuah usaha, tetapi juga mulai diperkenalkan pada budaya pengambilan keputusan berbasis data. Integrasi kewirausahaan, teknologi digital, dan literasi data menjadi bekal penting bagi generasi muda di tengah berkembangnya ekonomi digital.
Program ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan pelatihan. Ke depan, pendampingan dapat dilanjutkan melalui penyusunan ide dan rencana bisnis, pengembangan produk, pembuatan konten digital, pemasaran melalui media sosial, pengelolaan keuangan, serta pencatatan dan analisis data penjualan.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pesantren memiliki peluang untuk mengembangkan unit usaha yang tidak hanya memberikan pengalaman belajar kepada santri, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi pesantren berbasis digital dan data. (RM/PMN).
***
Judul: Universitas Telkom Dorong Kemandirian Santri melalui Kewirausahaan dan Statistik
Jurnalis: RM/PMN
Editor: JHK


