ArtikelOpiniPratama Media News

Menjadi Ratu Sehari, Idaman Jomblowati Masa Kini

Menjadi Ratu Sehari, Idaman Jombowati Masa Kini (J.Haryadi) – Duduk di kursi pelaminan mendampingi kekasih hati dan menjadi ratu sehari merupakan dambaan setiap wanita lajang. Betapa tidak, jika selama ini hubungan cinta dengan sang kekasih masih berada dalam angan-angan dan tidakpastian maka pernikahan menjadikan keduanya terikat dalam sebuah ikatan suci yang syah dan diridai sang Maha Pencipta.

Mencari pendamping hidup itu kata orang “gampang-gampang susah”. Artinya, tidak semudah membalik telapak tangan. Kadang orang yang sudah puluhan tahun berpacaran, ternyata tidak berujung ke pernikahan. Tidak sedikit hubungan cinta yang kandas di tengah jalan. Penyebabnya tentu saja banyak. Terkadang hanya karena ketidakcocokan dalam pandangan hidup, faktor beda keyakinan, perbedaan status sosial, atau hanya karena adanya pihak ketiga yang hadir di tengah-tengah hubungan mereka.

Ada juga orang yang bilang, “Kalau sudah jodoh, enggak lari kemana.” Pendapat itu juga benar. Namun, bukan berarti jodoh itu tiba-tiba saja hadir di depan mata, tanpa ada usaha untuh meraihnya. Kalau pun ada, hal itu hanya ada satu di antara sejuta kemungkinan. Sesuatu yang ajaib dan langka. Hanya ada dalam dongeng seribu satu malam.

Menjadi ratu sehari
Ilustrasi: Foto rias pengantin putri (Sumber:(Instagram.com-redberrywedding)

Sebagai insan yang beriman, kita diwajibkan melakukan upaya untuk menjemput pasangan hidup kita. Jangan dihitung berapa banyak kegagalan yang pernah dilalui, tapi pikirkan jalan apa lagi yang harus kita tempuh untuk mendapatkannya. Usaha dan upaya harus trus dilakukan, tentunya dengan niat hanya untuk beribadah kepada-Nya, bukan karena hawa nafsu atau hal-hal negatif lainnya.

Rizky Billar dan Lesti Kejora
Ilustrasi: Foto pernikahan Rizky Billar dan Lesti Kejora (Sumber: @Aldhiphoto

Kita kadang kecewa dan banyak berkeluh kesah pada-Nya. Bahkan, tidak jarang kita menyalahkan-Nya atas kesulitan kita dalam mendapatkan jodoh. Namun, kita lupa untuk intropeksi diri, sudah sampai sejauh mana upaya yang kita lakukan selama ini untuk menemukannya? Jangan-jangan selama ini kita cuma berharap tanpa bertindak. Lantas, pantaskah kita cuma bisa mengumpat dan menyesali diri?

Ayo kejar jodohmu agar kamu bisa menjadi ratu sehari. Temukan dia dalam mimpi indahmu. Kejarlah dia dengan Tahajjud malammu. Raihlah hatinya dengan upayamu sehingga kelak ia menjadi penjagamu. Menjadi teman hidup dalam suka maupun duka. Jangan ragu dan selalu menganggap dirimu tak pantas laku. (J.Haryadi)

***

Editor: JHK

“Menjadi Ratu Sehari, Idaman Jomblowati Masa Kini” oleh J.Haryadi

Profil penulis:

J. Haryadi adalah nama pena dari Jumari Haryadi. Pria kelahiran Kotabumi, Lampung Utara yang akrab disapa Edi Kohar atau Arie ini memiliki darah Kediri, Jawa Timur dari sang ayah dan Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan dari sang inu.  Ia mulai serius menekuni dunia tulis menulis sejak 2007.  Selain sebagai penulis, jurnalis, dan blogger, pria yang kini berdomisili di Bandung Barat ini juga sedang menekuni dunia fotografi, serta aktif sebagai pegiat pariwisata, seni, dan budaya.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button