Berita (News)PemerintahanPratama Media News

Hasil Survei Indomatrik, Kinerja Gubernur DKI Jakarta Dinilai Memuaskan Rakyatnya

Pesan tersebut disampaikan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta ke-494 pada 2021 ini.

Pratama Media News, Jakarta, 22 Juni 2021 – Menurut hasil survei yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei Indomatrik terkait kekinian Jakarta, yakni “Persepsi dan Perilaku Publik Terhadap Kinerja dan Kepuasan Pada Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta 2021”, sebagian besar masyarakat yaitu 57,99 persen menyatakan puas terhadap kinerja Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta yang telah memasuki 3,5 tahun masa kerjanya. Pesan tersebut disampaikan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta ke-494 pada 2021 ini.

“Namun, masih ditemukan juga beberapa pandangan masyarakat, seperti publik yang berpendapat tidak memuaskan sekitar 28,54 persen dan sangat tidak memuaskan 2,65 persen. Selanjutnya, masih terdapat yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab 10,82 persen,” ujar Direktur Eksekutif Indomatrik Husin Yazid di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/6/2021), seperti dikutip dari laman http://metro.sindonews.com.

Survei dilakukan dengan metode simple random sampling yang melibatkan responden terdistribusi secara acak dari seluruh Jakarta. Responden yang dipilih ketika survei ini dilakukan adalah orang-orang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Mereka diambil secara proporsional pada tingkat kecamatan, lalu secara acak di level kelurahan, RW, dan RT.

Anies-Riza pasangan Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta
Anies-Riza, pasangan Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta (Sumber: metro.sindonews.com)

Survei yang digelar pada 9-15 Juni 2021 tersebut memiliki margin of error sekitar 4,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Terdapat sejumlah 440 sample responden warga DKI Jakarta yang diwawancarai. Mereka tersebar secara proporsional di 44 kecamatan dan 88 kelurahan di wilayah Jakarta.

Beberapa indikator persepsi publik Jakarta menilai kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Anies-Riza dalam menangani berbagai aspek pembangunan yang telah di jalankan selama 3,5 tahun. Aspek yang dimaksud di antaranya adalah pelayanan kesehatan yang terjangkau masyarakat umum dan penanganan Covid-19, sekolah yang terjangkau masyarakat umum, penciptaan lapangan kerja, dan penanganan kemacetan lalu lintas.

Masyarakat menilai aspek pembangunan dianggap memuaskan, seperti pembangunan dan perbaikan jalan, penyediaan sarana kelistrikan/penerangan jalan umum, mengatasi masalah kejahatan/kriminal, pemberantasan korupsi di jajaran aparat pemerintah, dan pengadaan alat transportasi umum.

Pers rilis Survei Indomatrik
Suasana pers rilis Lembaga Survei Indomatrik di Hotel Ibis Menteng, Jakarta (Sumber: Pratama Media News)

Pekerjaan lainnya yang dinilai memuaskan adalah penanganan bencana banjir, penyediaan air bersih, penyediaan sarana air bersih untuk masyarakat umum, dan pelayanan administrasi untuk warga, serta penyediaan sarana dan prasarana pariwisata. Termasuk juga penyediaan kebutuhan bahan pokok, ketertiban lingkungan, masalah rob di Utara Jakarta, masalah ruang terbuka hijau, masalah kebersihan sungai, hingga masalah pengelolaan sampah.

Penilaian masyarakat terhadap berbagai pola pembangunan yang telah dan sedang dijalankan rata-rata mendapat penilaian di atas 65 persen. Survei Indomatrik juga merekam bahwa mayoritas publik di Jakarta menilai kinerja 3,5 tahun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anis-Ariza, sebanyak 67,35 persen meyakini di sisa masa jabatannya sekitar 1,5 tahun ke depan mampu membuat Kota Jakarta menjadi lebih baik.

“Masih terdapat masyarakat Jakarta yang mengatakan masih tidak yakin sekitar 23,35 persen dan yang berpendapat dengan tidak tahu atau tidak menjawab sekitar 9,20 persen,” jelas Husin Yazid kepada awak media.

Beberapa ungkapan terkait harapan masyarakat Jakarta, yakni beberapa masalah yang harus cepat diselesaikan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Anies-Riza saat ini. Yakni, pemulihan akibat Pandemi Covid-19, diikuti penangan dan pertumbuhan ekonomi, serta harga kebutuhan pokok.

Selanjutnya diikuti pengangguran/lapangan kerja, penanggulangan, dan penanganan banjir, serta masalah klasik lainnya sekitar kemacetan lalu lintas dan tidak lupa terkait kesejahteraan masyarakat.

“Termasuk juga masalah angkutan transportasi umum, biaya pendidikan/sekolah yang terjangkau, serta biaya kesehatan/obat-obatan masih mahal dan lain-lain,” pungkas Husin Yazid. (RW)

***

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button