Hari Kartini 2023: Begini Pesan Miss of The Day SAMOCA
Peringatan Hari Kartini yang dilaksanakan oleh OSIS SMA/SMK Santa Maria Monica (SAMOCA) mengusung tema "Terang Tidak Padam, Bebas Tidak Dibungkam".
Pratama Media News, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (29/04/2023) – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA/SMK Santa Maria Monica (SAMOCA) yang berlokasi di Jalan Karang Satria Nomor 1, RT 005 RW.007, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi menyelenggarakan kegiatan perayaan Hari Kartini. Kegiatan yang biasanya berlangsung setiap 21 April tersebut mengusung tema “Terang Tidak Padam, Bebas Tidak Dibungkam”.
Dalam acara pembukaan yang berlangsung meriah tersebut, Fransysca yang bertugas sebagai Master of Ceremony (MC) mengatakan, “Ya, sebagai perempuan kita harus memperjuangkan terus agar diberikan kesempatan yang sama, peluang, dan pandangan yang sama dengan laki-laki dalam hal meraih cita-cita, belajar, memperkaya diri, dan berbagai hal lainnya sebagai seorang pelajar di lingkungan sekolah.”
Pada kesempatan tersebut Fransysca dan Dandy yang juga bertugas ebagai MC menjelaskan rundown acara perayaan Hari Kartini kepada para hadirin yang ikut menyaksikan kegiatan tersebut. Banyak kegiatan lomba yang bisa diikuti oleh siswa-siswi SMA/SMK Santa Maria Monica.


Pertama adalah Perlombaan “Miss of The Day” yaitu berupa peragaan busana (fashion show) dengan menggunakan baju dari bahan bekas, seperti dari kertas koran dan botol bekas. Setiap perwakilan kelas boleh mengirimkan peserta lomba sebanyak satu orang dengan menyiapkan orasi bertema “Emansipasi Wanita”.
Kedua adalah Perlombaan WMB (Waktu Monica Bertanya) yaitu seorang perwakilan kelas menjawab pertanyaan dewan juri tentang seputar emansipasi wanita.
Ketiga adalah Perlombaan Menulis Majalah Dinding (Mading) bertema “Kartini” yang masing-masing tim beranggotakan tiga orang dari setiap kelas.
Keempat adalah Perlombaan Potografi bertema “Emansipasi Wanita” yang diposting di Instagram kelas masing-masing. Setiap kelas mengirimkan 2 orang peserta yaitu seorang model dan seorang fotografer.
Kelima adalah Perlombaan Bermain Bola Basket dengan menggunakan daster. Setiap perwakilan kelas beranggotakan lima pemain perempuan.

Keenam adalah Perlombaan Bermain Sepak Bola Mini (futsal) menggunakan sarung. Setiap tim perwakilan kelas beranggotakan lima orang pemain putera.

Ketujuh adalah Perlombaan Make Up Buta, yakni merias wajah dengan mata tertutup. Pesertanya adalah tiga orang putera.
Kedelapan adalah Perlombaan Story Telling yang diwakili satu orang dari setiap kelas yakni menceritakan tentang perjuangan dari tokoh perjuangan emansipasi wanita.

Perempuan Bisa, Perempuan Hebat
Vira (17), salah seorang peserta lomba dari SMK Santa Maria Monica berhasil dinobatkan sebagai Miss Of The Day tahun 2023. Ia tampil dengan busana yang dipoles dari bahan kertas koran dan serpihan-serpihan cermin bekas, membuat aksinya meyakinkan dewan juri dan penonton bahwa dirinya adalah “perempuan bisa, perempuan hebat”.
Dalam orasinya Vira mengatakan, “Mendengar kata emansipasi wanita, apa yang terlintas di benak bapak dan ibu? Apakah hanya sekedar kesetaraan gender? Apakah hanya tentang meningkatkan derajat Wanita dibandingkan pria? Tentu tidak.”

Menurut Vira, “emansipasi” sendiri memiki arti “bebas” dari perbudakan dan memiliki hak yang sama dalam setiap aspek kehidupan. Oleh karena itu emansipasi adalah milik semua orang.
“Tetapi mengapa ditekankan emansipasi wanita? Karena wanita sering dipandang sebelah mata. Wanita dipandang sebagai 3D yaitu di Sumut, di Kasur, di Dapur. Apakah harga kita sebagai wanita hanya seperti itu? Tentu tidak,” ungkap Vira bersemangat.
Vira menambahkan bahwa dulu wanita dianggap tidak layak dalam mengikuti kegiatan di bidang politik, berpendidikan tinggi, dan berkarier bagus, sedangkan kaum pria layak.
“Di sinilah emansipasi wanita dibutuhkan, yakni pria dan wanita mempunyai hak yang sama di bidang politik, pendidikan, dan karier. Bahkan, rumah tangga sekalipun,” tegas Vira.
Vira berpendapat, jika kaumnya memegang teguh emansipasi maka wanita dapat berpartisipasi dalam dunia politik, pendidikan yang tinggi, dan berkarier. Menurutnya, pria pun dapat terlibat dalam segala hal yang dulu hanya dilakukan oleh kaum wanita, terutama di bidang pendidikan.
“Kita sebagai pelajar harus menghormati dan menghargai satu sama lain,” pungkas perempuan yang saat ini menekuni pendidikan di bidang Tata Boga pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Santa Maria Monica.
Berdasarkan pantauan awak Pratama Media News pada Jumat (28/04/2023) kemarin, kegiatan yang berlokasi di lapangan basket Sekolah Santa Maria Monica tersebut dihadiri oleh para guru, peserta didik SMA/SMK, serta orang tua/wali. Kehadiran mereka pun memberikan respect positif terkait acara.
“Kami sangat senang menyaksikan kreativitas anak-anak di sekolah ini. Mereka sangat luar biasa. Saya berharap agar semangat Kartini tidak lekang oleh usia,” ungkap seorang ibu yang turut menyaksikan kegiatan perayaan Hari Kartini tersebut.

Sementara itu Gledies, salah seorang peserta yang menjuarai peringkat kedua dalam perlombaan fashion show begitu antusias mengikuti acara tersebut.
“Semangat kobarkan Kartini selalu menjadi darah daging dalam jiwa kita, membuktikan bahwa kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi wanita sepenuhnya,” ujar Gledies penuh semangat.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB tersebut ditutup dengan pengumuman hasil perlombaan dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba. (Thomas MDL).
***
Editor: JHK








