Berita (News)MiliterPratama Media News

TNI AL Berdayakan Masyarakat Pesisir di Pulau Abang

Terkait hal tersebut, Pangkalan TNI AL Batam mengirimkan 100 ton rengkam atau rumput laut yang masih berbentuk bahan baku ke Pulau Abang.

Pratama Media News, Jakarta, 21 Desember 2021 – Dalam rangka memberdayakan masyarakat pesisir, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam, mengirimkan 100 ton rengkam atau rumput laut yang masih berbentuk bahan baku ke Pulau Abang. Pengiriman perdana rengkam tersebut dilepas langsung oleh Komandan Lanal Batam, Kolonel Laut (P) Sumantri K. di Pondok Informasi Pulau Abang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepri pada Sabtu, 18 Desember 2021 lalu

Produksi rengkam ini merupakan kerja sama antara Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal) Lanal Batam dengan koperasi “Dua Dua Bahari” binaan Potensi Maritim (Potmar) Lanal Batam. Kegiatan ini merupakan salah satu program TNI AL dalam menciptakan ketahanan pangan guna meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah pesisir.

Pada kesempatan tersebut Danlanal Batam berharap pengiriman perdana 100 ton rengkam ke Palembang tersebut dapat menambah penghasilan atau meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir di Pulau Abang. Selain itu, dukungan ini dapat menjadi motivasi bagi nelayan, khususnya yang tergabung dalam koperasi untuk bekerja lebih semangat lagi dan memupuk kekompakan sehingga ke depan produksinya semakin meningkat.

Panen rumput laut
Ibu-ibu Jalasenastri sedang ikut membantu mempersiapkan rengkam atau rumput laut yang masih berbentuk bahan baku untuk di kirim ke Pulau Abang (Sumber: Dispen Angkatan Laut)

Sementara itu Ketua Koperasi “Dua Dua Bahari”, Sohibul Amin menjelaskan bahwa Rengkam dulunya adalah gulma perairan. Perkembangbiakan rengkam yang begitu cepat menyebabkan jumlahnya semakin banyak sehingga sering dikeluhkan oleh para nelayan. Mereka resah karena keberadaannya sering menghambat lajunya mesin kapal.

Berkat pembinaan dari TNI AL dan pengetahuan yang dimiliki oleh para pengurus Koperasi “Dua Dua Bahari”, para nelayan mengetahui bahwa rengkam yang dulunya dianggap sampah ternyata mempunyai nilai ekonomi dan bisa meningkatkan penghasilan mereka. Tanaman tersebut bernilai tinggi ketika diekspor ke mancanegara.

Terkait rengkam, Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Kementerian Kelautan Kota Batam, M. Darwin Syahputra mengatakan bahwa sepanjang 2021 atau dari Bulan Januari hingga Oktober capaian ekspor rengkam di Batam mencapai 2.471,5 ton dengan nilai mencapai Rp 8,14 miliar. Sebelumnya ekspor rengkam pada 2020 mencapai 1.149 ton dengan nilai Rp 4,09 miliar.

panen rumput laut
Komandan Lanal Batam, Kolonel Laut (P) Sumantri K. sedang meninjau proses pengiriman rengkam atau rumput laut yang masih berbentuk bahan baku ke Pulau Abang (Sumber: Dispen Angkatan Laut)

M. Darwin menambahkan, rengkam yang masih berbentuk bahan baku jenis Sargassum dapat diolah menjadi pakan ikan dan pupuk. Dalam upaya mendukung pengelolaan pengembangan potensi sumberdaya yang ada di Kepri khususnya Batam, TNI AL bekerja sama dengan Koperasi “Dua Dua Bahari” dan KKP – dalam hal ini SKIMP – terus memberikan pembinaan terhadap kualitas komoditas tersebut sehingga layak ekspor.

Kegiatan ini sesuai dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono bahwa di mana pun prajurit TNI AL berada harus mampu berkontribusi aktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

***

Editor: JHK

Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button