FeaturesPratama Media News

Tanpa ijasah SMA bisa menjadi Leader di perusahaan USA

Dewi Kreckman, ”Belum lulus SMA, kami pindah ke Amerika. Jadi anak saya tidak punya ijasah SMA. Lalu ikut ujian kesetaraan di sana. Alhamdulillah anak saya bisa masuk college di Amerika.”

Pratama Media News  – Tanpa ijasah SMA bisa menjadi Leader di perusahaan USA, oleh: Dewi Kreckman – Bagaimana anak saya, Ali (22)  tanpa ijasah SMA bisa menjadi leader di perusahaan USA membawahi lulusan universitas Amerika?

Alhamdulillah 1,5 tahun bekerja di perusahaan Amerika, anak saya sudah dua kali mendapatkan promosi dan kenaikan gaji. Bahkan, sekarang menjadi Care Team Leader membawahi tim lulusan universitas Amerika. Mereka karyawan senior yang sudah berpengaaman dan bekerja lebih dari 10 tahun.

Jangan dikira perjuangan dan perjalanan anak saya mudah. Dulu waktu SMP anak saya pernah sakit. Ada benjolan di bawah lidah sehingga sering tidak masuk sekolah, sampai akhirnya dikeluarkan dari SMP Negeri 1 Singosari.

Saya ingat Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Singosari waktu itu berujar, “Anak Ibu saya keluarkan daripada jadi penyakit menular ke teman-temannya, nanti saya kasih surat pengantar ke SMP pinggiran.”

Care Team Leader
Putra saya, Ali (22) yang sekarang menjadi Care Team Leader membawahi tim lulusan universitas Amerika – (Sumber: LinkedIn)

Tidak mau pindah sekolah ke pinggiran, anak saya ikut ujian masuk ke MAN 3 Malang. Alhamdulillah lolos. Ini adalah sekolah favorit di Malang.

Belum lulus SMA, kami pindah ke Amerika. Jadi anak saya tidak punya ijasah SMA. Lalu ikut ujian kesetaraan di sana. Alhamdulillah anak saya bisa masuk college di Amerika.

Sambil kuliah, saya paksa anak saya kerja serabutan supaya belajar mandiri dan memahami budaya kerja Amerika. Saya juga ajari mandiri di rumah, mulai dari masak, cuci piring, cuci baju, bersih bersih rumah, dan lain-lain.

Anak saya bekerja dari nol. Dia sempat jadi tukang potong kayu di hutan selama beberapa bulan. Lalu membantu di klinik suami tanpa dibayar selama setahun. Lalu bertahap dia mulai dibayar, tapi dengan upah minim di bawah standar. Semua ini bertujuan melatih mentalnya.

Saya diapit anak (kiri belakang) dan suami (kanan belakang)
Saya diapit anak (kiri belakang) dan suami (kanan belakang) saat awal di USA – (Sumber: Instagram Dewi Kreckman)

Selama pandemi covid-19, anak saya memutuskan cari kerja dan kuliah off dulu (belum lulus dan belum dapat ijasah).

Alhamdulillah, anak saya diterima di Assisted Living Company. Anak saya mulai dari nol lagi. Berangkat pulang jalan kaki shift malam (pukul 11 malam hingga 8 pagi). Jarak tempat kerja dan rumah sekitar 3 km (jadi jalan kaki pulang/pergi menempuh jarak 6 km setiap hari).

Walaupun winter pun jalan kaki dan sangat jarang telat. Kami tidak memfasilitasi apa pun, apalagi sekarang dia sudah kontrak apartment sendiri.

Alhamdulillah, sekarang anak saya dipercaya menjadi team leader membawahi team kerja yang lebih senior, baik dari sisi usia dan pengalaman, maupun dari sisi pendidikan. Bahkan, untuk gaji pun sudah di atas standar. Dia pun sudah bisa kirim-kirim uang ke kampung di Malang. Alhamdulillah.

Oh ya untuk biaya pindahan ke Amerika, suami dulu hutang karena masih recovery dari bangkrut bisnis sebelumnya.

Pada saat memulai usaha, kami sewa apartemen kecil, hidup sangat ngirit, beli makanan diskonan (misal makanan kaleng penyok diskon 80%). Kemana-mana saya jalan kali atau naik sepeda pancal yang dikasih teman.

Sembilan bulan awal bisnis belum untung sama sekali. Jadi suami kerja di klinik lain, lalu uangnya untuk modal merintis usaha bersama dua orang temannya.

Moral of the story: Kita sebagai ortu harus bisa “tega” ke anak untuk membantu mereka mandiri dan sukses berdikari di kaki sendiri. Kami menyebutnya “tough love“.

Semoga tulisan ini bermanfaat ya.

Love from USA

 

Dewi Kreckman

***

Judul: Tanpa ijasah SMA bisa menjadi Leader di perusahaan USA
Penulis: Dewi Kreckman
Editor: JHK

Catatan: Artikel ini pernah dimuat di sebuah blog pribadi milik Dewi Kreckman dengan nama Dewi Kreckman (dewikreckman.com) dan telah mendapat izin untuk diposting ulang di Pratama Media News.

Sekilas tentang penulis

Wanita cantik bernama lengkap Dewi Kreckman ini merupakan seorang pengusaha sukses yang pernah memperoleh penghargaan International Award Entrepreneur. Selain sebagai founder DECUREMED dan Immigrant Warrior, ia juga berprofesi sebagai Business Coach for Immigrants.

Dewi Kreckman, pengusaha
Dewi Kreckman, pengusaha – (Sumber: LinkedIn)

Dewi memiliki pengalaman lebih dari 21 tahun dalam Pengembangan Bisnis, Pemberdayaan Masyarakat, Merek, dan Strategi Pemasaran. Ia merupakan figus seorang pemimpin visioner dengan pengalaman domestik dan internasional, serta memiliki kemampuan dalam menciptakan dan memelihara hubungan bisnis penting dan saluran pemasaran.

Pengusaha wanita yang memegang motto “If you can dream it, you can achieve it” dalam hidupnya ini pernah diundang oleh Prince of Wales dan Pemerintah Inggris sebagai perwakilan Indonesia untuk memberikan presentasi tentang “Business with Social and Environmental Impact” di London, Inggris pada 2013 silam. Tentu saja ini merupakan sebuah prestasi tersendiri yang sangat membanggakan bangsa dan negara kita.

Bukan hanya itu prestasi yang pernah diraih Dewi. Pada 2012, ia berhasil menciptakan model bisnis yang menginspirasi dengan dampak sosial dan lingkungan. Wanita ramah ini berhasil memperoleh reward  sebagai Pengusaha Muda Kreatif Internasional dengan mengalahkan kandidat lainnya yang berasal dari 22 negara di dunia.

Menurut pengakuan Dewi, ia pindah ke AS tiga tahun yang lalu dan bersiap untuk meluncurkan telemedicine yang berspesialisasi dalam perawatan imigran: DECUREMED.

Jika Anda ingin mengetahui figur Dewi Kreckman lebih dalam, silakan kunjungi website pribadinya dewikreckman.com dan decuremed.com. Anda juga bisa bertanya seputar dunia bisnis melalui email Dewi@dewikreckman.com.

***

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button