Kesunyian Menjelang Pagi
Sebuah Puisi Karya Devinarti Seixas (Ketua KPKers Timor Leste)
Kesunyian Menjelang Pagi – Sebuah puisi karya Devinarti Seixas (Ketua KPKers Timor Leste)
Pertemuan yang terjadi
Bukan di dunia nyata
Namun, di dunia maya
Kadang tiba-tiba nyambung berjam-jam
Kadang tiba-tiba acuh tak acuh
Seolah tak saling mengenal
Kesunyian menjelang pagi ini
Membuat kami justru saling terpaku lagi
Entah mengapa?
Aku pun tak tahu jawabannya
Tapi jujur, dari gaya bahasanya yang nyambung
Kami terus saja saling menyapa
Karena aku tahu, ia sedang ada di tempat pengabdiannya
Kesunyian menjelang pagi
Membuat kami tak sadar lagi
Kami berdua belum mengantuk tanpa alasan
Membuat kami saling menyapa berjam-jam tanpa alasan
Meskipun terkadang menjengkelkan
Kami terus saling berbalas kata
Mulai dari ejekan-ejekan manis
Dengan gaya bahasa yang vulgar
Tapi Itulah makna pertemuan
Tanpa disadari, kita mulai akrab
Seolah sudah saling kenal lama
Hingga tak ingin saling meyakiti
Padahal pertemuan nyata itu enggak pernah terjadi
Hanya salut pada setiap ucapannya
Seolah-olah tak ada jarak pemisah antara kita
Sudah saling akrab melalui gaya bahasa
Meskipun bukan gaya bahasa gaul anak muda
Sungguh aneh pagi ini
Semalam tanpa ada rasa capek
Terus aja ingin saling menyapa
Terus aja ingin saling mengejek
Karena itulah makna dari pertemuan kita
Semoga alam menjadi saksi pagi ini
Selamat istrahat di tempat pengabdianmu
Karena aku tahu kamu sedang kesepian
Di kesunyian pagi ini
***
Profil pengarang:

Devinarti Seixas atau akrab disapa Dev adalah Putri dari pasangan Filipi Seixas dan Olimpia Lourdes. Sejak remaja wanita beragama Katolik kelahiran Iliomar, 16 Juni 1983 ini sudah menyukai dunia aksara. Cita-citanya sejak dulu ingin menjadi seorang penulis dan wartawan. Puji Tuhan, itu semua kini sudah berada dalam genggamannya. Semua bisa terwujud berkat usahanya yang gigih dalam memperjuangkan cita-citanya.
Beberapa karya Dev seperti buku berjudul “Surga dari Atap Langit”, “Bara & Luka di Balik Perang Saudara”, dan “Cinta Pertamaku No 11. Juga beberapa puisi karyanya bisa kita temukan di dunia maya, di antaranya puisi berjudul “Bukan Separuh Napasku”, “Hikmah atau Karma”, “Telah Sirna Semua Rasa”, “Romantis dari Atap Surga”, “Jangan Salahkan Aku atau Dirimu”, dan masih banyak lagi karya lainnya
Dev menikah dengan mantan pacarnya, Paulo Tout yang sangat mencintainya. Dari hasil pernikahan tersebut, mereka mempunyai dua orang anak yaitu Marco Jeclinton Padev Seixas Tout dan Paula Monalissa Padev Seixas. Keduanya kini sudah mulai tumbuh beranjak remaja.
Wanita berpostur tinggi 155 Cm dengan berat badan 45 Kg ini memiliki motto hidup: “Jangan malu orang jadikan kita sampah karena terkadang sampah juga bisa menjadi pupuk organik yang berkualitas di kemudian hari”. Selain hobi menulis, Dev juga suka dunia modeling (foto model), fotografi, travelling, dan mengoleksi berbagai model pakaian.
Saat ini Dev dan keluarganya tinggal di Kampung Becuse Bawah, Desa Becora, Kecamatan Cristo Rei, Distrik Dili, Timor Leste. Ia bersama suaminya, Paulo Tout bahu membahu membesarkan Komunitas Penulis Kreatif (KPKers) Timor Leste, sebuah komunitas penulis yang berkantor pusat di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Selain sebagai pendiri, Dev juga merupakan Ketua/Direktur KPKers Timor Leste.









hebat ketua KPKers Timles…..udah banyak makan garam….kami yg baru masuk harus banyak belajar darinya lebih2 dalam dunia tulis-menulis…saluut Dev…kau memang wanita hebat…dari Timles…di ujung negri tercinta ini….
Ngak juga Pak Guru,kita harus sama-sama BERJUANG