ArtikelOpiniPratama Media News

Ilham Maulana, Sosok Pemuda Poliglot yang Bercita-cita Ingin Menjadi Diplomat Andal

Pemuda kelahiran Bandung ini pernah ditunjuk sebagai duta kampus di Universitas Widyatama Bandung

Ilham Maulana adalah sosok pemuda poliglot yang fasih berbicara bahasa Prancis dan bercita-cita ingin menjadi seorang diplomat andal. Semasa kuliahnya, ia seringkali mengikuti berbagai acara internasional. Salah satu acara yang diikutinya adalah EUROPE ON SCREEN di bawah pengawasan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

Selain itu, Pemuda Berbakat ini juga mengikuti berbagai kursus bahasa asing lainnya, seperti bahasa Jerman dan bahasa Belanda pada sebuah lembaga yang berada di bawah naungan kedutaan besar asing. Meskipun telah menyandang gelar Sarjana (S1) Ekonomi, tetapi ia  justru memiliki bakat akan ketertarikan pada dunia yang berhubungan dengan dunia kesusastraan dan bahasa asing, serta  hubungan internasional.

Pemuda kelahiran Bandung ini pernah ditunjuk sebagai duta kampus di Universitas Widyatama Bandung. Ilham Maulana juga pernah diberi kepercayaan sebagai Ketua Organisasi “Pojok Bursa Gallery on Investment” pada Februari 2015 – Maret 2017.

Ilham Maulana (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ilham Maulana (Sumber: Dokumen Pribadi)

llham mengungkapkan bahwa ia sangat  berminat mengembangkan bakatnya terhadap penguasaan berbagai bahasa asing dan hal-hal yang berkaitan dengan studi internasional, ”Tadinya aku sih pasca lulus SMA, pengen ambil sastra prancis di Unpad – Universitas Padjajaran – karena aku ingin menjadi seorang penulis seperti J.K Rowling, sang pengarang cerita Harry Potter. Malah aku  sempat kuliah selama dua semester di UNISBA – Universitas Islam Bandung – di bidang Ekonomi pada tahun 2012 saat itu.”

“Saat aku enggak betah menjalani kuliah yang bukan passion-ku, alangkah semakin terkejutnya diriku  justru saat pindah kampus, ke Universitas Widyatama, malah kejadian terulang kembali, persis seperti ketika dulu kuliah di UNISBA.  Malah orang-orang sekitarku banyak yang bilang, ‘Kamu itu seharusnya masuk Hubungan Internasional karena kamu lebih up to date tentang dunia luar dan banyak menguasai bahasa asing selain bahasa Inggris, seperti bahasa Prancis, Jerman, Belanda dan Italia’,” ungkap Ilham sambil tersenyum penuh arti.

Takdir berkata lain. Ilham akhirnya berhasil menyandang gelar S.E. – Sarjana Ekonomi – telah diwisuda pada tahun 2017 dengan membawa predikat sangat memuaskan, yakni IPK 3,06. Meski penuh liku-liku, suka, dan duka selama menjalani perkuliahan yang bukan passion-nya, tetapi baginya itu merupakan sebuah kejaiban dan anugerah yang sudah Tuhan berikan untuk menolongnya. Di samping giat berorganisasi, justru ia berhasil juga memenangkan konferensi internasional MUN – Model United Nations pada tahun 2016 sebagai juara ke-2 sekaligus mewakili seluruh kampus yang ada di Jawa Barat.

Human Angel
Ilham Maulana (Sumber: Dokumen Pribadi)

Pemuda yang pandai berbahasa asing ini merupakan anak salah seorang mantan pejabat yang pernah bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di kota Bandung. Pada 2016, saat sang ayah masih bekerja, ayahnya pernah berbagi kisah inspiratif atas keberhasilan ayahnya dan timnya hingga meraih penghargaan dari pemerintah Belanda dan Jerman. Juga mendapat apreasiasi dari Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia. Hal ini sangat menginspirasi Ilham untuk turut berprestasi seperti ayahnya.

Selain itu, sang ayah juga pernah juga mengikuti seminar “Millenium Challenge Account Indonesia – Reducing Proverty Through Economic” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Amerika Serikat. Banyak sahabat dan kolega ayahnya yang berprofesi sebagai politikus atau pejabat publik di Provinsi Jawa Barat. Hal ini juga yang membuat Ilham semakin termotivasi untuk terus meraih mimpi hingga dapat berkiprah di kancah internasional.

Foto saat wisuda bersama orang tua
Momen indah bersama sang ayah saat Ilham Maulana diwisuda (Sumber: Dokumen Pribadi)

“Untukku, ikut organisasi semasa kuliah itu penting, terlebih keikutsertaan acara MUN – Model United Nations – ini tentu saja bermanfaat dalam pengembangan diri saat terjun di lapangan hingga tampil go international. Ini tidak hanya kalangan Jurusan Politik dan Hubungan Internasional, tetapi juga jurusan sosial lainnya; Ekonomi, Sejarah, Humaniora, Hukum, dan lain-lain pun dapat mengikuti. Apalagi yang punya ketertarikan di dunia diplomasi atau menjadi seorang diplomat. Ini bisa menjadi nilai tambah untuk diri kita,” jelas Ilham yang pernah berkecimpung di acara-acara internasional.

Pemuda ramah ini mengatakan, jika pemuda Indonesia ingin berpartisipasi di MUN, pertama-tama tentukan dulu badan apa yang diminati. Lebih efisien jika sinkron dengan negara yang merupakan markas asalnya, contoh; UNDP berpusat di New York, Amerika Serikat, dan UNESCO berpusat di Paris, Prancis.

Ilham Maulana saat mengikuti acara MUN 2016
Peserta MUN 2016 sedang berdiskusi tentang krisis finansial di Timur Tengah (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Persyaratan lainnya agar sukses adalah mampu menghafal profil negara yang ingin diwakili dengan melakukan riset sederhana mengenai kondisi fisik geografis, budaya, politik dan pemerintahan, dan kondisi ekonomi negara. Ini adalah langkah utama untuk tugas seorang diplomat agar memahami jalan pekerjaan yang sedang dihadapinya. Namun, program- program yang tersedia tentu saja tergantung penawaran si pihak penyelenggara atau sponsor acara (Sumber: reviewnesia.com edisi 1 Mei 2021).

Kegiatan MUN yang dulu pernah Ilham ikuti dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, yaitu sejak 6-9 April 2016. Saat itu ia memilih badan PBB di bidang UNDP – United Nations Development Programme. Ruang lingkup UNDP meliputi isu-isu gender, studi perdamaian, Hak Asasi Manusia (HAM), pembangunan internasional, penanggulangan bencana, dan perubahan iklim.

Ilham Maulana Diplomat Andal
Ilham Maulana, Press Release Delegate MUN 2016 ketika sedang menyampaikan laporan call paper (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Saat itu Ilham memilih negara Amerika Serikat dan menggandeng media NEW YORK TIMES. Ketertarikannya pada Amerika Serikat, terlebih tentang US Military (Militer Amerika Serikat) yang pernah dipelajarinya sejak masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahkan, ia pernah mengoleksi berbagai buku, film, dan hal-hal yang berkenaan dengan Militer Amerika Serikat, khususnya US Marine Corps (Marinir Amerika Serikat) dan US Navy (Angkatan Laut Amerika Serikat).

Selama beraktivitas di acara MUN, Ilham harus menghadapi  saingan peserta dari negara  Rusia dan Cina. Team sejawatnya yang masih merupakan satu aliansi (blok Barat); Inggris, dan Prancis yang juga sama-sama menghadapi ketegangan kepada blok Timur, terlebih untuk menggeser India sebagai negara populasi terbesar kedua di dunia dan pengaruh dominasi blok Timur di negeri bollywood tersebut sehingga keberpihakan berhasil jatuh kepada teamnya, blok barat; Amerika Serikat – Prancis – Inggris.

Ketiga negara tersebut sejak Perang Dunia II sangat populer dikenal sebagai bloks sekutu. Walau demikian, ia menghadapi sendiri rivalnya yang tersisa, yaitu Cina. Saat itu ia seorang diri mewakili Amerika Serikat melawan saingannya, Cina yang menggandeng media ternama Xinhua News.

Para perserta yang mengikuti Model United Nations 2016 tersebut berasal dari berbagai universitas, baik lokal maupun asing, antara lain; President University, Universitas Indonesia, Gujarat University, dan lain-lain. Kebetulan perwakilan dari Bandung atau Jawa Barat hanya Universitas Widyatama. Namun, para kandidat tentu saja tak hanya pribumi, tetapi juga dihadiri oleh mahasiswa asing dari beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia, Singapore, Thailand, Cina, Jepang, India, Turki, dan sebagainya.

Dalam sebuah wawancara dengan media, Ilham Maulana yang bercita-cita menjadi seorang diplomat andal ini mengatakan, “Karena passion-ku pada dunia jurnalis punya hobi membaca, menganalisa dan membuat suatu laporan, jadi aku cocok dipilih sebagai PRESS RELEASE DELEGATE oleh rekan- rekan.”

Kemudian Ilham memilih AMERIKA SERIKAT yang merupakan negara impiannya.

“Ya, bisa terbayang betapa sibuk dan repotnya menjadi seorang reporter itu. Kadangkala aku berperan sebagai intel dari agen CIA ditambah lagi deadline waktu  untuk menyampaikan laporan call paper kepada atasan. Ditambah sainganku adalah Cina yang sama-sama negara pemegang hak veto PBB. Apalagi, isu-isu sedang memanas hubungan Amerika Serikat vs Cina, ” ujar Ilham penuh semangat.

Call paper yang telah dibuat Ilham berdasarkan eksperimental, analisa dan representasi. Baik secara public speaking maupun tertulis atas solusi permasalahan telah berhasil mewakili secara keseluruhan lingkup UNDP, antara lain: 1) An Inherent Allure Press Delegate’s Show On The One’s Freedom InExpression; 2) The Finance Crises in several Middle-EastCountries; 3) The Crises in Continent Africa on the Human Resources Management and Governance plus its implications; 4) A violence to the women in public jobs, reporter; dan 5) Impression and Future Expectation.

Kini Ilham Maulana yang memiliki hobi menulis dan bercita-cita ingin menjadi seorang diplomat andal ini sedang sibuk menyelesaikan beberapa buku seri karya sastra berjudul “Anak Human Angel” dan buku biografi. Ia juga aktif menulis sebagai blogger di media warga Kompasiana.

Hal menariknya adalah karya sastra tersebut akan dibuat secara time-series, terlebih cerita seri perdana tentang “Bumi Pasundan lahir saat Tuhan sedang tersenyum”. Ia ingin memperkenalkan kekayaan khazanah yang ada di Indonesia, khususnya Jawa Barat, dimana bahasa dan budaya Sunda ingin ia promosikan kepada dunia internasional.

***

Penulis: J.Haryadi

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button