Berita (News)EventMiliterPratama Media News

PAMERAN ALUTSISTA ARMED TNI AD

Dalam rangka HUT ARMED TNI AD ke-77 dan Terbuka untuk Umum

PAMERAN ALUTSISTA ARMED TNI AD – Dalam waktu dekat Artileri Medan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Armed TNI AD) akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77. Berkaitan dengan hal tersebut Pusat Persenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) akan menggelar Pameran Alutsista Kecabangan Armed yang akan dilaksanakan di Pusdikarmed, Jalan Baros Cimahi G No 151, Kota Cimahi.

Pameran Alutsista Kecabangan Armed tersebut diselenggarakan pada Kamis, 08-12-2022 mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB dan terbuka untuk umum. Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk memperkenalkan sebagian kecil dari alutsista yang dimiliki oleh satuan Armed TNI AD.

Pussenarmed adalah badan pelaksana pusat TNI Angkatan Darat yang berkedudukan langsung di bawah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) di bidang pembinaan kesenjataan, pendidikan, latihan, penelitian, dan pengembangan bidang Artileri Medan (Armed). Tugas pokok Pussenarmed adalah menyelenggarakan pembinaan bidang kesenjataan Artileri Medan dalam rangka pembinaan kemampuan, serta kekuatan kesenjataan Artileri Medan.

Alutsista ARMED TNI AD
Flyer Pameran Alutsista ARMED TNI AD – (Sumber: Pen Pusdikarmed)

Sejarah Lahirnya Korps ARMED

Kesenjataan Artileri lahir pada masa revolusi fisik dalam bentuk suatu bagian dari Jawatan Persenjataan. Kemudian atas inisiatif Mayor R.M. Pratikno Kusumo Soerjo Soemarno, pada 4 Desember 1945 yang bertepatan dengan hari jadi Artileri Internasional, dibentuk dan disahkan markas artileri yang berkedudukan di Yogyakarta oleh Kepala Staf Umum Markas Besar Tentara, Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo.

Selanjutnya pada 1 Juni 1946 disahkan pembentukan Inspektorat Artileri Angkatan Darat dengan Inspektur pertama R.M. Pratikno Kusumo Soerjo Soemarno dengan pangkat Letnan Kolonel (Letkol). Selama beliau menjabat sebagai pimpinan, kecabangan artileri mengalami kemajuan yang sangat pesat sehingga artileri di seluruh Indonesia dapat dipersatukan tanpa ada kesulitan.

Logo Artileri Medan TNI AD
Logo Artileri Medan TNI AD – (Sumber: YouTube)

Sayangnya dalam sebuah peristiwa yaitu pada 1 Januari 1949, Letkol Pratikno Kusumo Soerjo Soemarno wafat dibunuh oleh sebuah gerombolan di Desa Djarowo, Boyolali, Jawa Tengah.  Setelah beliau wafat, rrtileri mengalami kemunduran sehingga Inspektorat Artileri diperkecil menjadi Markas Besar Komando Djawa (MBKD) bagian Artileri yang berkedudukan di Kota Baru, Yogyakarta.

Setahun kemudian, tepatnya pada 23 Februari 1950, Staf MBKD bagian Artileri diperintahkan pindah ke Jakarta dengan Komandan Kapten Abdul Kadir Prawiraatmadja. Staf MBKD bagian Artileri diganti menjadi Komando Artileri Angkatan Darat yang berkedudukan di Kebon Sirih No. 46 Jakarta. Tugas pimpinan artileri pada saat itu adalah mengkoordinir satuan-satuan yang berada di Pulau Jawa, Pulau Sumatra, dan daerah-daerah lain.

Latihan tempur Artileri Medan TNI AD
Ilustrasi: Latihan tempur Artileri Medan TNI AD – (Sumber: YouTube)
Latihan tempur Artileri Medan TNI AD
Ilustrasi: Latihan tempur Artileri Medan TNI AD – (Sumber: YouTube)

Sejak Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dan demi menambah personel maka dilakukan pemanggilan kembali para prajurit artileri yang masih memenuhi syarat. Selain itu juga menerima dari anggota Kesenjataan Infanteri, di antaranya Brigif 17/TP. Kemudian timbul wacana untuk membuat suatu lembaga pendidikan artileri yang bertujuan untuk memperoleh kader-kader artileri yang dapat melanjutkan pada tingkat kesenjataan yang modern dan lebih maju.

Pada saat reorganisasi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Yogyakarta dipikirkan untuk membentuk suatu Badan Artileri untuk melakukan tugas pembinaan Satuan Artileri TKR seluruh Indonesia. Pada Selasa, 04 Desember 1945 Kepala Staf Umum TKR, Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo meresmikan terbentuknya Markas Artileri. Selanjutnya beliau menunjuk Mayor R.M. Pratikno Koesoemo Soerjo Soemarmoe sebagai pimpinannya.

Pemisahan Korps Artileri

Pusat Kesenjataan Artileri Angkatan Darat selama ini bertugas membina dua fungsi teknis militer umum Angkatan Darat, yaitu Artileri Medan dan Artileri Pertahanan Udara. Seiring perkembangannya, mulai dirasa adanya kebutuhan untuk memisahkan kedua korps artileri tersebut.

Latihan tempur Artileri Medan TNI AD
Ilustrasi: Latihan tempur Artileri Medan TNI AD – (Sumber: YouTube)

Brigjen TNI Muslihan Sulchan dikenal sebagai salah satu pelopor pemisahan korps artileri pada 2006. Semasa beliau menjabat sebagai Komandan Pussenart, dibentuk kelompok kerja untuk menyusun kajian akademik pemisahan Pusat Kesenjataan Artileri. Kelompok kerja tersebut dipimpin langsung oleh beliau dengan beranggotakan Kolonel Art. Sudharmanto, Kolonel Art. Bambang Sungesti, Kolonel Art. Fakhrudin, Mayor Art. Jama’ah, Mayor Art. Miftahudin, Mayor Art. Yudhi Murfi, Kapten Art. Guntur Eko Saputro, Kapten Art. Harvin Kidingallo, Kapten Art. Dedik Ermanto, dan Kapten Art. M. Haidi.

Sesuai Surat Keputusan Kasad No. Kep/43/XI/2006, akhirnya pada 27 November 2006 Pusat Kesenjataan Artileri dilikuidasi oleh Jenderal TNI Djoko Santoso, M.Si. yang diikuti dengan peresmian pembentukan Pusat Kesenjataan Artileri Medan dan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara. Setelah itu, penanda korps Artileri (Art.) yang disematkan pada nama tidak lagi digunakan, melainkan secara spesifik telah menjadi korps Artileri Medan (Arm.) dan korps Artileri Pertahanan Udara (Arh.). (Advertorial).

***

Sumber: id.wikipedia.org
Judul: PAMERAN ALUTSISTA ARMED TNI AD
Editor: JHK

Tiara Kusuma
IKLAN acara “Makeup Glamour Bold, Hair Colouring, dan Lomba Makeupa Gold dan Makeup Kreatif” ini ditayangkan oleh Pratama Media News. Informasi pemasangan IKLAN silakan hubungi No WA Marketing: 0858-4142-2790

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button