Berita (News)OlahragaPratama Media News

PSHT 16 Vs PSHT 17: Ajang Seleksi POPDA Kabupaten Paser 2021 Cabor Pencak Silat Diwarnai Kericuhan

Akar kerusuhan ketika pelatih tidak terima hasil keputusan wasit-juri dengan melakukan protes ke ketua pertandingan.

Pratama Media News, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur  –  Ajang bergengsi Pekan Olahraga Pelajar Daerah tingkat Kalimantan Timur XVI Tahun 2021 (POPDA Kaltim 2021) akan di gelar pada 20-27 November 2021. Sebagai tuan rumah pada ajang olahraga bergengsi dua tahunan tersebut pada tahun ini adalah Kabupaten Paser.

Ada 17 cabang olahraga yang akan di pertandingkan, salah satunya adalah cabor pencak silat. Dalam mempersiapkan POPDA Kaltim 2021, ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Paser melaksanakan penjaringan atlit dengan mengadakan seleksi atlit pencak silat dari semua perguruan yang ada di Kabupaten Paser selama tiga hari, pada 08-10 Oktober 2021. Tujuannya mencari pesilat terbaik yang akan menjadi wakil Kabupaten Paser dalam ajang olahraga bergengsi tersebut.

Seleksi PSHT Paser
Peserta seleksi atlit pencak silat dari semua perguruan yang ada di Kabupaten Paser untuk persiapan POPDA Kaltim 2021 (Sumber: istimewa)

Berdasarkan laporan Ketua Panitia Seleksi, Sudarsono, terdapat 10 perguruan yang mengikuti seleksi, antara lain : 1. Perisai Diri (PD); 2. Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Parluh 16; 3. Cempaka Putih (CP); 4. Kera Sakti (KS); 5. Tapak Suci (TS); 6. Setia Hati Winongo (SHW); 7. Sepecut Marabunta (SM); 8. Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun (PSHTPM) Parluh 17; 9. Pagar Nusa (PN), dan; 10. ASAD.

Walau ketatnya kompetisi, perhelatan seleksi dari awal pembukaan hingga babak semi final berjalan dengan lancar dan aman. Para atlit, official, dan supporter tetap menjunjung tinggi nilai sportifitas. Akan tetapi ketika beranjak di babak final, suasana menjadi memanas ketika atlit atas nama Daffa Akbar dari PSHT 16 berhadapan dengan Taufik Lira dari perguruan PSHT 17 di kelas E remaja putra. Dalam Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Daffa Akbar dari PSHT 16.

ricuh
Suasana ricuh saat salah seorang pendukung PSHT 17 turun ke gelanggang membanting kursi juri hingga hancur (Sumber: istimewa)

Akar kerusuhan ketika pelatih tidak terima hasil keputusan wasit-juri dengan melakukan protes ke ketua pertandingan. Suasana menjadi memanas ketika pendukung PSHT 17 turun ke gelanggang dan seorang pendukung berperawakan gemuk dengan wajah berewok  membanting kursi juri hingga hancur. Disusul pendukung lain melempar botol mineral dan mendatangi pendukung PSHT 16 di tribun penonton. Panitia keamanan berusaha menenangkan kedua belah kubu hingga akhirnya situasi dapat dikendalikan. (Madsopas)

***

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

3 Comments

  1. Sebenarnya PSHT tetap satu dan dari dulu hingga sekarang tetap berpusat di jln.merak no.10 madiun. Untuk mengetahui mana PSHT yang asli lihat saja Tingkah lakunya. PSHT yang asli tahu benar dan salah, sebelum bertindak berpikir dahulu, memayu hayuning bawono, dan yang paling terakhir PERSAUDARAAN bukan sok hebat.
    Salam Persaudaraan
    PSHT JAYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button