Berita (News)Literasi

Dispusipda Jabar Umumkan Hasil Lomba Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Jawa Barat 2020

Pratamamedia.com, Bandung – Selasa kemarin (8/09/2020), Kepala Dinas Perpustakaan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Dispusipda Jabar), Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si., membuka  kegiatan Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020. Acara tersebut berlangsung di Graha Pustaloka, Kantor Dispusipda Jabar, Jalan Kawaluyaan Indah III No.4, Jatisari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung dan dipandu oleh pembawa acara andal, Tresnawati, S.A.P.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dispusipda Jabar, Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si., mengatakan bahwa ia berharap dengan adanya lomba Pustakawan Tingkat Provinsi Jawa Barat para pustakawan bisa meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasannya sehingga bisa memberikan contoh terbaik bagi pustakawan lainnya. Bukan hanya itu, pustakawan juga harus semakin kreatif dan inovatif dalam bekerja.

Pembukaan acara (sumber: Humas Dispusipda Jabar)
Pembawa acara, Tresnawati, S.A.P. (sumber: Humas Dispusipda Jabar)

Para peserta yang mengikuti lomba Pustakawan Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 berjumlah 13 orang. Mereka berasal dari berbagai instansi, di antaranya adalah: SMAN 1 Padalarang Kabupaten Bandung Barat, DISPUSIP Kota Sukabumi, DISARPUS Kabupaten Majalengka, Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung,  Telecom Univercity (TEL U), STIKES, dan KEMENTAN Bogor.

Lomba pustakawan ini dinilai oleh tim juri yang sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi sebagai pustakawan, yaitu: 1) Dr. Hj. Oom Nurrohmah, M. Si., (Pustakawan DISPUSIPDA Prov. Jabar) sebagai Ketua Tim Juri; 2) Dr.  Riche Cynthia, M. Si., (Kepala Perpustakaan UPI Bandung) sebagai Anggota Tim Juri, dan; 3) Jeng Ayu Ning Tyas,  S. Sos., (Pustakawan TEL U) sebagai Anggota Tim Juri.

Suasana acara (sumber: Humas Dispusipda Jabar)
Suasana acara (sumber: Humas Dispusipda Jabar)

Keluar sebagai pemenang lomba Pustakawan Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 ini adalah:  Herwan Junaedi, S.Kom., (Pustakawan KEMENTAN Bogor) sebagai peraih juara 1; Yuli Asmawati, S.Pd., (Dispusip Kota Sukabumi) sebagai peraih juara 2; Deni Nurzaman, S. I. Pust., (SMAN 1 Padalarang) sebagai peraih juara 3; Lusi Satia Rahmawati, S.Sos., (Telecom University) sebagai peraih juara harapan 1; Obi Zakaria (Telecom University) sebagai peraih juara harapan 2, dan; Eko Retno Wulandari (Universitas Padjadjaran Bandung) sebagai peraih juara harapan 3.

Peraih juara 1 dalam lomba tersebut yaitu Herwan Junaedi, S.Kom., pustakawan yang berasal dari KEMENTAN Bogor. Ia berhak mewakili Provinsi Jawa Barat dalam mengikuti ajang Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2020.

Juri lomba (Sumber: Humas Dispusipda Jabar)

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Juri lomba Pustakawan Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020, Dr. Hj. Oom Nurrohmah, M. Si., mengatakan, “Kegiatan Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat ini merupakan bagian kegiatan di skala nasional karena seluruh provinsi di Indonesia menyelenggarakan. Nanti terbaik dari setiap provinsi itu akan diikutsertakan di tingkat nasional.”

Seorang peserta lomba sedang melakukan presentasi (sumber: Humas Dispusipda Jabar)
Proses penjurian peserta lomba (sumber: Humas Dispusipda Jabar)

Oom menambahkan bahwa sebenarnya pemilihan pustakawan berprestasi ini tidak hanya sekedar lomba, tapi lebih membangun suasana atau kondisi yang kompetitif agar setiap individu pustakawan ini selalu memiliki motivasi untuk melakukan hal-hal yang lebih baik dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pustakawan. Pustakawan sekarang ini harus betul-betul dinamis, seiring dengan perubahan zaman yang memang begitu cepat berubah, dinamis, dan adaptif.

“Makanya tema di Jawa Barat ini adalah Pustakawan Adaptif, Inovatif, dan Kolaboratif Mewujudkan Masyarakat Literat,” tegas Oom Nurrohmah.

Menurut Pustakawan Ahli Madya  tersebut, peserta lomba adalah seluruh pustakawan, baik yang ada di lingkungan pemerintah maupun swasta.

“Namun, karena pustakawan ini memiliki kompetensi khusus, jadi memang pesertanya harus  mereka yang sudah atau sedang bekerja di lingkungan perpustakaan minimal dua tahun. Lomba ini mengakomodir semua pustakawan, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta. Baik di lingkungan institusi seperti perguruan tinggi, perpustakaan sekolah, termasuk lingkungan perpustakaan daerah, kabupaten/kota se Jawa Barat. Jadi kita mengakomodir pesertanya dari semua jenis perpustakaan yang ada di Jawa Barat,” jelas Oom lebih lanjut.

Kaitan dengan kriteria penjurian, Oom Nurrohmah mengatakan bahwa seorang pustakawan itu adalah jabatan fungsional yang mempunyai kompetensi atau keahlian khusus. Materi-materi yang diangkat atau diujikan antara lain asfek kognisi 70% tentang substansi perpustakaan atau kepustakawanan (librarianship), 20% pengetahuan umum, dan 10% tentang bahasa.

Dr. Hj. Oom Nurrohmah, M. Si., Ketua Tim Juri Perlombaan (sumber: www.jabarprov.go.id)

Selain itu adalah implementasinya, yaitu bagaimana seorang pustakawan itu menjadi garda ilmu pengetahuan di lembaga perpustakaannya, harus mempunyai suatu konsep yang inovasi yang sangat bermanfaat kepada masyarakat terutama sekarang sesuai dengan prioritas pemerintah untuk membangun masyarakat sejahtera melalui program transformasi perpustakaan berbasis fungsi sosial.

“Jadi ditataran teknisnya, mau di lembaga apapun mereka berada, harus berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat. Selain tentunya membangun pengetahuan masyarakat, meningkatkan wawasan masyarakat, meningkatkan keterampilan, dan membangun karakter masyarakat. Itu juga dikonsentrasikan kepada kesejahteraan. Jadi bagaimana membangun masyarakat mempunyai jiwa entrepreneurship, “ tutur Ketua Tim Juri ini dengan penuh semangat.

Selanjutnya Oom menjelaskan, “Jadi itu harus dibuktikan secara fisiknya. Mereka mempresentasikannya. Mereka memperlihatkan prosesnya di lapangan melalui audio visual ketika presentasi, sehingga tujuan yang saya sampaikan tadi di lomba ini bukan semata-mata untuk memilih, tetapi lebih sharing of knowledge juga. Ketika dia presentasi, teman-teman yang lainnya kan mengikuti sehingga disitu ada media komparasi untuk diterapkan atau diadopsi di tempatnya masing-masing.”

“Pustakawan itu bukan petugas perpustakaan karena pustakawan ini memiliki beberapa kompetensi, yaitu pertama kompetensi individu yang berhubungan dengan pribadi atau personil. Kedua, profesional, selain hard skill dan soft skill,” pungkasnya.

***

(JHK)

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button