ArtikelPendidikanPratama Media News

Perjuangan Lulus Kuliah Tepat Waktu

Kisah dibalik prosesi wisuda virtual yang mengharu biru

Perjuangan Lulus Kuliah – Bisa mengikuti proses wisuda dan memakai toga di UT Pusat, Pondok Cabe, Tangerang Selatan dengan disaksikan oleh orang tua dan keluarga tentunya menjadi impian setiap mahasiswa. Apalagi dengan undangan sebagai mahasiswa penerima “beasiswa prestasi”. Namun, impian itu musnah, saat pandemic global covid-19 merajalela di seluruh penjuru dunia, juga di Indonesia.

Sejak saat itu UT pusat melakukan wisuda virtual, sedangkan beasiswa dua semester dari prestasi menulis masih tersemat di punggungku. Sayang, jika tidak digunakan sembari terus membuat jaringan dengan teman-teman mahasiswa di seluruh Indonesia melalui perlombaan menulis.

Sayangnya, itikad tersebut goyah saat mendengar dari seorang kolega bahwa Universitas Terbuka Taiwan akan melaksanakan Upacara Penerimanan Ijazah (UPI) pada waktu dekat. Sebagai mahasiswa yang berjuang untuk keluluasan, proses pemindahan tali toga tentunya menjadi ritual yang sangat didambakan.

mahasiswa
Foto bersama teman-teman mahasiswa UT di Taiwan (sumber: koleksi pribadi)

Lalu Aku memutar otak untuk membatalkan registrasi dan beasiswa dengan menghubungi Badan Pelaksana (Bapel). Sayangnya, jawaban dari pihak mereka sangat mengecewakannku.

“Mba, maaf ya sudah terlambat,” jawab pihak Bapel yang membuatku lemas.

Semangatku yang bagaikan api yang tengah membawa, sontak redup bak disiram air samudera. Harapanku pupus seketika hingga akhirnya kulalui waktu dengan mengerjakan elearning.

Namun, siapa sangka pihak UT pusat bagian beasiswa mengirimi pesan, jika ingin melakukan pembatalan, bisa membuat surat pernyataan sehingga nantinya akan diproses ke pihak fakultas agar terjaring yudisium periode.

Setelah mendapat celah segar tersebut, segala upaya aku lakukan untuk mewujudkan impianku bisa segera diwisuda. Lagi-lagi proses registrasi yang kuperjuangkan tidak serta merta berhasil begitu saja sedangkan waktu terus merambat begitu cepat. Namun, pengajukakun unutk mengikuti prosesi wisuda belum juga ada kepastiannya.

kuliah
Foto bersama teman-teman kuliah seperjuangan di kampus UT Taiwan (sumber: koleksi pribadi)

Hingga pada suatu malam, pihak fakultas memintaku mengirimkan beberapa sertifikat dan piagam prestasi lomba karena Program Studi (Prodi) Sastra Inggris tengah mendata mahasiswa yang berprestasi. Seketika itu juga aku menyakan perihal kelulusanku. Namun, jawaban yang diterima membuatku tidak bisa tidur semalaman, juga hilang selera makan.

“Mba, Kemarin saat saya menandatangi berkas pengajuan yudisium mahasiswa Prodi Sastra Inggris, saya tidak menemukan nama Mba Etik,” ujar pihak Bapel.

Degh! Seolah bogem besar menghantam, sedangkan segala proses sudah aku upayakan semaksimal mungkin.

“Benarkah, Bu? Ibu tidak menemukan nama Etik Nurhalimah dengan NIM XXXXX?” ujar Aku penuh keheranan.

“Tidak, Mba. Biasanya jika ada nama mahasiswa yang familiar, saya akan mengecek pelan-pelan, melihat nilai-nilai yang didapatkan. Coba Mba check ulang lagi pengajuan pembatalan,” jawab pihak Bapel lagi.

Malam itu terasa panjang karena besok paginya Aku ingin menghubungi pihak universitas untuk memastikan hal ini. Namun, lagi-lagi terbentur libur panjang dalam rangka perayaan maulid Nabi Muhammad SAW sehingga harus sabr menunggu jam kerja untuk dapat memeriksa data-data. Duh, pokoknya senam jantung dalam penantian. Moody menulis hilang seketika.

Finally, hari ini Aku mendapat kejutan diberi kabar kelulusan. Seolah tidak percaya, tetapi nyata. Harapan yang hampir sirna, berubah menjadi sebuah kado istimewa. Ini benar-benar indah di depan mata. Ini persis seperti isi kisah ”Sarjana dan Toga Impian”, dua judul cerpen yang pernah kutulis empat tahun silam yang pernah memenangkan perlombaan menulis Voice of Indonesia, kini menjadi nyata.

Terima kasih untuk semua pihak yang sudah membantu mewujudkan impianku, seperti bagian kemahasiswaan, beasiswa, registasi, dan Ibu fakultas yang baik hati. Pesan saya untuk rekan-rekan UT Taiwan dan semuanya dimana pun berada, jangan pernah takut untuk berkarya dibidang apa pun yang Anda gemari karena Universitas Terbuka dan UT Layanan Luar Negeri pasti akan memberikan apresiasi pada mahasiswa yang berkarya dan berprestasi.

So, jangan bersedih jika kuliah empat tahun, tetapi belum juga lulus karena kuliah bukan hanya sekedar mengejar IPK dan lulus saja, tetapi waktu. Namun, bagaimana kita menggali diri, memperluas pengalaman dan jaringan. Percayalah, lulus diwaktu yang tepat itu lebih menyenangkan. Jangan pernah pesimis untuk terus berjuang ya teman-teman.

Taipei, 3 November 2020

***

Keterangan:

Penulis adalah seorang buruh migran asal Kabupaten Lampung Timur yang kini sedang bekerja di Taiwan

Editor: JHK

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button